Sunday, 30 June 2019

Cerpen "Kita akan tetap bersama" (bagian I)

Poooom....poooom...suara kapal feri yang akan menuju Tomok terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin kuat terdengar mendekati daratan parapat tempat orang-orang menggunakan tikar di tepi-tepi perairan danau toba tersebut. Semua mata mengarah ke kapal yang dekat dengan daratan sambil suara keras dari sirene kapal itu beberapa kali terus berbunyi sebagai tanda bahwa siapa orang-orang yang mau pergi ke Tomok dipersilahan memanggilnya dan kapal akan merapat untuk menjemputnya. Terutama anak-anak sangat tertarik dengan suara klakson kapal itu, dan memancing mereka untuk merayu orang tuanya menaiki kapal tersebut walau tak tau kemana kapal itu akan berangkat.

Sebuah keluarga yang sedang berada di daratan, dengan 3 orang anak beserta ayah dan ibunya juga tidak berbeda dengan yang lain, menoleh ke arah kapal yang sedang berkeliling di area tempat orang-orang berkumpul. Tampak oleh anak yang tertua kelas 6 SD orang-orang yang sedang berada di atas kapal dengan santai duduk dan terhembus oleh angin yang mengibas rambutnya. "wah, pasti enak sekali di atas kapal itu" fikir anak itu dalam kepalanya. Sebut saja Tia nama anak itu. Tapi Tia mikir dua kali untuk menyuruh ayah dan ibunya untuk naik ke kapal itu, karena ia beranggapan bahwa pasti ongkosnya sangat mahal, sedangkan ayah dan ibu membawa kami (Tia dan 2 adiknya) ke Parapat saja itu sudah syukur, ayah dan ibu pasti sudah berjuang keras mengumpulkan uang untuk kami sekeluarga bisa sesekali bertamasya ke sini. Fikiran itu bergejolak dalam kepala Tia. Tia memang anak yang baik. Di rumah ia selalu membantu ibunya sepulang sekolah, menjaga adiknya yang  masih belum sekolah dan kelas 3 SD yang nomor dua. Sementara ibunya menjadi tukang masak di salah satu rumah makan di daerahnya. Ayahnya seorang tukang bersih-bersih (cleaning service) pada sebuah sekolah.

Tia, tegur ibunya, saya mak (panggilan Tia kepada ibunya). Kenapa nak? Mikirin apa kamu? Gak ada kok mak, cuma lihat kapal itu aja, jawab Tia sambil tersenyum. Kamu kepingin naik kapal itu ya? Pertanyaan ibunya seolah tak tega melihat anaknya hanya membayangkan enaknya naik kapal itu. Enggak kok mak, Tia cuma lihat aja karena sirenenya kuat sekali, jadi ya Tia melihatnya. Hehe....ibunya tertawa pelan sambil memahami karakter anaknya yang sangat penuh pengertian kepada orang tuanya. Nak, kita naik kapal itu yok....rayu ibunya kepada Tia. Tia nggak kepingin lo mak, lagian ongkos kapal itu kan pasti mahal mak, kita di sini ajalah, kan di sini juga sudah enak, sama ayah dan adik-adik. Tengok tu mak, adik ketawa-ketawa terus main sama ayah, gak mesti naik kapal kan kita baru bisa bahagia, jelas Tia kepada ibunya. Semakin terharu ibunya mendengar jawaban anaknya yang seolah punya fikiran jauh melebihi usianya. 
Tia...mamak dan ayah sudah mempersiapkan uang kok untuk kita jalan-jalan, kami udah kumpulkan duit memang sengaja untuk kita jalan-jalan bertamasya, untuk kalian anak ayah dan mamak. Jadi buat apa mamak dan ayah udah ngumpulin duit banyak-banyak, tapi anaknya gak mau diajakin jalan-jalan, padahalkan duit ayah dan mamak itu untuk buat kalian bahagia dan senang-senang. Lagipula ini juga gak setiap hari kok, mamak juga udah seumuran ini gak pernah naik kapal seperti itu. Ayah juga udah setuju kok, kami udah bicarakan di rumah bakal naik kapal ke Tomok membawa kalian. Jelas ibunya kepada Tia. Padahal sebenarnya tidak pernah ada wacana naik kapal di Parapat, hanya saja si ibu sangat iba melihat anaknya dan membayangkan pekerjaan anaknya itu membantu di rumah. Gak apalah, fikir ibunya, masih ada kok sedikit uang lagi yang bisa digunakan untuk kami sekeluarga menikmati kapal yang akan berjalan di danau nan indah itu. Rasa sayang ibu kepada anaknya itu membuat ibunya semakin berkeras untuk membawa anaknya naik kapal.
Angin menghembus agak keras menyentuh pohon-pohon yang berada di sekitaran danau Toba itu, cuaca masih agak panas membuat orang-orang dan Tia merasa sangat sejuk dan angin itu seperti membisikkan ke otak Tia "naiklah ke kapal itu, mumpung mamak kamu mengajak kamu, kapan lagi kamu akan naik kapal seperti itu?" dan sebentar itu Tiapun menjawab, Ya sudah mak, kalau mamak kepingin, Tia dan adik ikut kan? Ya iyalah nak, masak ibu pergi sendiri. Kita akan naik kapal bersama-sama dengan adik dan ayah. 

Ayah Tia melambaikan tangannya ke atas dan menggoyang-goyangkannya ke arah kapal yang sedang berkeliling di area itu, lalu klakson kapal berbunyi dan mendekat ke pinggir daratan tempat Tia dan keluarganya berada. Senang sekali hati Tia ketika kapal itu mulai mendekati mereka, tak kepalang tanggung bahagianya Tia karena keinginan besarnya itu akhirnya kesampaian juga. Para pekerja kapal itu segera menurunkan papan ke daratan sebagai tangga para penumpang yang ingin masuk ke dalam kepal. Terlihat juga beberapa keluarga akhirnya juga memutuskan untuk ikut menaiki kapal tersebut, karena anak mereka juga merengek-rengek untuk ikut naik ke kapal.
Hasil gambar untuk kapal feri parapat

Ayah Tia menggendong adiknya yang paling kecil, sedangkan Ibunya menggandeng adik Tia dan Tia berjalan sendiri melalui tangga yang sudah dipasang oleh anak buah kapal itu. Kemudian Ayah mengambil posisi tempat duduk di pinggir dengan maksud agar lebih leluasa memandangi alam yang akan mereka lalui nanti sambil memangku adik Tia yang paling  kecil. Di samping ayah, ada Tia dan adiknya, sedangkan ibunya berada di samping mereka. Pancaran wajah yang sangat gembira terpancar dari mereka masing-masing, termasuk juga ibu dan Tia yang dari awal memang sangat ingin naik ke kapal tersebut. Poooom....poooom.....kembali klakson kapal itu berbunyi untuk berkeliling sekali lagi mencari penumpang yang ingin naik lagi, karena masih ada sedikit bangku yang bisa ditempati oleh para penumpang, dan akhirnya kapal itupun penuh oleh para penumpang yang akan menuju Tomok melewati danau Toba nan Indah itu.

Kapalpun mulai berjalan menuju tujuannya....
Angin berhembus mulai kencang menerpa para penumpang kapal. Begitu juga dengan Tia yang tersenyum bahagia menyambut terpaan angin yang sejuk, membelai rambutnya, menyentuh kulit wajahnya dan menghenbus rambutnya yang tergerai panjang. Sejukk sekali. Ayahnya beberapa kali menunjuk-nunjuk ke beberapa arah untuk menjelaskan sesuatu kepada adik paling kecil. Beberapa pertanyaan ringan diajukan adik Tia kepada ibunya sambil menikmati terpaan angin yang kencang. Ibu menjelaskan saja apa yang dia tau dan sesekali memeluk anaknya itu dengan kasing sayang yang sangat. Tia cuma terdiam memandangi alam dan danau biru yang indah itu. Sesekali ia memandangi orang-orang yang juga berada di dalam kapal itu, semua tersenyum senang. Setelah kapal berjalan sekitar 20 menit, kapal itupun mendekat ke arah pinggiran danau toba. Kelihatan di sana ada batu- batu yang bergantung ke bawah. Konon kabarnya batu itu memiliki legenda tersendiri bagi orang-orang sekitar dan cerita itu juga sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia. Beberapa menit kapal itu berhenti untuk memberikan waktu kepada para penumpang menikmati pemandangan di sekitar pinggiran danau Toba itu dan sesekali awak kapal menceritakan kisah batu gantung itu. Tia juga turut mendengarkannya.

Cuaca di langit kelihatan mendung...nakhoda kapal itupun segera melanjutkan perjalanan yang masih harus ditempuh setengah perjalanan lagi. Awan mulai agak gelap dan memberikan tanda akan segera turun hujan. Angin semakin kencang bertiup dan beberapa penumpang sudah mulai merasa kedinginan dan memakai jaket yang mereka bawa. Tia mulai merapat ke ibunya, begitu juga adiknya. Ayah memeluk adik paling kecil agar tidak kedinginan. 
Mak, dingin sekali ya mak? Iya nak, sepertinya hujan akan turun. Apa masih jauh mak? Lumayan nak, sahut ibunya tanpa bisa memberikan jawaban pasti berapa jauh lagi menuju daratan Tomok. Angin semakin kuat dan hujanpun mulai turun. Hembusan angin itu membawa air hujan masuk ke dalam kapal dan membasahi beberapa penumpang yang ada di dalam kapal, terutama yang berada di pinggir kapal, begitu juga yang berada di tengah juga terkena air hujan yang dibawa angin yang keras tadi. Ayah memeluk kedua anaknya dan ibu memeluk Tia, mereka berdekapan melawan dingin yang mulai menohok tubuh mereka. Begitu juga dengan penumpang lain. Karena kencangnya angin, kapalpun mulai bergoyang, ditambah ombak yang dibawa angin mulai menghantam dinding kapal bagian bawah. Suara berteriak mulai terdengar dari mulut penumpang "Aaaaaaaaaaa....", teriak seorang penumpang yang mulai terkejut dan ketakutan. "Astaghfirullaaaaaahh", kata seorang penumpang ketika ombak menghantam dinding kapal mereka...
Tia mulai ketakutan, tapi ayah menenangkan mereka, Tenang nak, sebentar lagi juga anginnya berhenti. Adik kecil dan kakaknya mulai menangis melihat teriakan penumpang lain, seolah sedang tersugesti dan ikut merasakan ketakutan itu. Ibu Tia juga tak bisa membohongi wajahnya yang menggambarkan ketakutan yang luar biasa..

Angin tak juga berhenti dan hujan semakin deras, suasana berubah menjadi sangat mencekam, dimana tak ada kapal lagi yang sedang lewat sekedar untuk menyapa mereka. Cuaca tak lagi terang tapi berubah seperti wajah Ular cobra yang sedang bersiap menyerang mangsanya. Angin yang tadinya sangat indah dan membelai mesra tubuh mereka, kini berubah menjadi ribuan anak panah yang datang menusuk-nusuk tubuh mereka....dingiiiiiin sekali, ditambah air hujan yang menambah keganasan angin tadi. Ombak mulai berevolusi menjadi ikan-ikan Hiu ganas yang menghantam kapal yang tidak besar itu, seolah sedang kelaparan dan ingin menjatuhkan santapan yang sedang berada di atas kapal, lapaar dan ingin segera menyantapnya...mengerikan sekali. 
Ibu Tia mulai menangis sambil terus mengucapkan kata-kata do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan. Beberapa penumpang bergerak ke sana kemari mencari pelampung yang ada di kapal itu, tapi tak kunjung ditemuinya. Awak kapal memperingatkan para penumpang untuk tidak berjalan-jalan dan tenang di bangkunya, karena akan mengganggu keseimbangan kapal. Buarrrrrrrrr......Ombak kembali menghantam kapal, percikannya membasahi para penumpang.... Allahuakbar...teriak beberapa orang penumpang yang ketakutan. Beberapa orang yang kristiani terlihat menggenggamkan tangannya sambil berdo'a kepada Tuhannya....Suara tangisan tak henti-hentinya terdengar di kapal itu. Belum lagi semua tangisan itu berhenti, sebuah ombak besar kelihatan mendekati kapal.....semua penumpang menjerit sekuat-kuatnya....awak kapal hanya bisa berteriak...."pegangaaaaaaaaaan....pegangaaaaaaaaan", sambil ia juga memegang bagian pintu masuk ke nakhoda kapal.
Buaaaaaarrrrrrr......suara keras ombak itu mengantam kapal dengan kerasnya, seolah Hiu yang tak lagi akan memberikan kesempatan kepada mangsanya untuk selamat. Kapal miring ke kiri, tepat di pinggir ayah Tia duduk. Ayah Tia berpegangan kuat di pinggir kapal untuk menahan anak dan istrinya yang terdorong ke kiri...kapal tak juga kembali normal, malah semakin miring ke kiri dan akan segera terbalik ke kiri. 
Hasil gambar untuk kapal feri parapat terbalik

Ayah sekuat tenaga menyanggah dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memeluk kedua anaknya yang masih kecil....Tia menjerit sekeras-kerasnya, "Maaaaaak..." karena Tia tak lagi melihat ibunya ada di dekatnya. Derai airmata terus mengalir di pipi Tia, tak lagi bisa dibedakan antara air mata dan air danau yang membasahi mereka... "Pegangan Tiaaaaaaa.." jerit ayahnya kepada Tia...dan belum lagi sempat Tia menjawabnya, seorang penumpang dari atas tersungkur ke bawah dan menghantam ayah Tia...Brakkkkkk!! Ayah Tia hanya manusia yang memiliki keterbatasan tenaga, tangan kirinyapun patah menahan beban yang datang tiba-tiba itu, dan merekapun terjatuh ke air....Tia yang masih berpegang kuat pada bangku kapal itu melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, "Ayaaaaaaaaaah....adeeeekk....mamaaaaaaaak..." teriak Tia yang hampir tak terdengar karena jeritan orang-orang yang sedang panik di kapal itu. Dipandanginya ayahnya tenggelam dan melepaskan pelukannya, adik-adiknya hanya bisa menggerak-gerakkan kaki dan tangannya di dalam air, tak bisa bersuara lagi karena air memasuki hidung dan mulut mereka...ibunya yang ternyata lebih dulu terhempas penumpang lain dan tenggelam di air hanya mampu berdo'a dalam hatinya untuk keselamatan keluarganya....
Tak ada kata-kata lagi yang bisa diucapkan Tia untuk melampiaskan kesedihan hatinya yang terlalu, ia hanya membisu, fikirannya melayang kembali ke belakang, saat ia menjaga adiknya ketika ibunya bekerja. Saat ia menyiapkan nasi di meja makan untuk mereka makan bersama, saat ia memijit-mijit kaki ibunya yang sedang istirahat, saat ia mengganggu adik-adiknya agar adiknya tertawa.....saat ia membuatkan teh manis ketika ayahnya pulang kerja....saat ia memeluk ibunya kala ibunya lagi sedih, saat ia menyuapi adiknya kalau adiknya malas makan, saat mereka akan berangkat tamasya ke Parapat dan saat mereka bergembira akan naik kapal, dan lain sebagainya. Tia tak peduli lagi kejadian yang ada di sekelilingnya, tangannya terus berpegangan pada kursi yang melekat pada lantai kapal sambil airmatanya terus mengalir tanpa henti...

Brakk! tiba-tiba sebuah tangan menyambarnya dan membawanya melompat ke air...Lamunan Tia seketika itu terhenti dan terkejut karena tubuhnya segera terendam air dengan tangan yang memegang erat tubuhnya. Ternyata seorang awak kapal yang menerjang dan memeluknya ke dalam air dengan sebuah pelampung untuk mereka bertahan di danau yang sangat dingin waktu itu. Kapal pun terbalik menumpahkan semua yang ada di atasnya...Beberapa awak kapal kelihatan memegang satu orang yang bisa mereka selamatkan, dan semua masih tergolong anak-anak, yang lain harus berusaha menyelamatkan diri masing-masing, walaupun kecil kemungkinan untuk selamat, karena pertolongan tidak segera datang.
Hasil gambar untuk kapal feri parapat

Awak kapal itu tetap mengapung membawa Tia menjauh dari kapal sambil menanti pertolongan tiba. Tia tetap terdiam dan menyerahkan sepenuhnya hidupnya kepada Tuhan. Mata Tia tak lepas memandangi kapal yang semakin lama semakin tak tampak di permukaan air. Dalam hatinya ia hanya berkata "Kita akan tetap bersama Ibu, ayah, adik-adik", sambil airmatanya kembali berderai di pipinya...

(bersambung ke bagian 2)
catatan:
1. Kisah ini hanyalah fiktif belaka
2. foto-foto yang terlaampir hanya sebuah ilustrasi.


Friday, 21 June 2019

Sistem Zonasi

Pak, saya mau nanya, anak saya mau masuk ke SMA ini pak...bagaimana caranya ya pak? Tanya seorang ibu kepadaku ketika aku sedang berada di sekolah. Rumahnya dimana bu? Tanyaku kepadanya. Di Martubung Pak, kata ibu itu yang tepat berdiri di samping anaknya yang hendak mendaftar SMA itu. Waduuh, jawabku. Sekilas aku menjelaskan kepada ibu itu tentang bagaimana mendaftar ke salah satu SMA Negeri.

Tahun ajaran ini 2018/2019 juga tahun lalu 2017/2018, pemerintah sudah menerapkan sistem zonasi kepada sekolah negeri terutama SMA dalam merekrut siswa baru di sekolahnya. Sistem zonasi adalah sebuah cara perekrutan dengan mempertimbangkan jarak rumah dengan sekolah. Sistem ini dilakukan pemerintah dengan argumen agar terjadi pemerataan kepada masyarakat untuk memasuki sekolah-sekolah negeri. Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas baik dan buruknya sistem zonasi ini diterapkan di masyarkat, karena barangkali setiap orang memiliki pandangan masing-masing terhadap hal itu.

Ada beberapa cara perekrutan siswa yang ditawarkan pemerintah kepada sekolah :
1. Zonasi

Hasil gambar untuk sistem zonasi

Berdasarkan Permendikbud nomor 51/2018 diatur PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan. Umumnya, jalur zonasi memiliki kuota paling besar dari semua jalur penerimaan. Sistem ini memprioritaskan pendaftar yang paling dekat tempat tinggalnya dengan sekolah.
2. Testing
cara perekrutan dengan testing dilakukan kepada semua calon siswa yang ingin masuk ke sekolah yang diinginkannya tanpa melihat jarak sekolah dengan tempat tinggalnya. Dengan cara ini artinya juga membuka kesempatan kepada calon siswa yang berdomisili di tempat yang jauh untuk bisa sekolah di tempat yang ia inginkan. Hanya saja biasanya calon siswa yang akan ikut testing harus memiliki nilai/hasil UN minimal 70. Hasil testing secara murnilah yang akan membuat mereka bisa diterima atau tidak. 


3. Jalur prestasi
Penerimaan siswa lewat jalur ini dibuktikan dengan penghargaan atau surat keterangan dari lembaga  bersangkutan bahwa calon siswa ini memang siswa yang berprestasi. Misalnya, siswa ini ingin mendaftar dengan membawa surat keterangan bahwa ia adalah atlit karate tingkat Provinsi atau nasional dan sejenisnya.

4. Jalur siswa tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu.
Penerimaan dengan cara ini juga dimaksudkan agar semua lapisan masyarakat dapat bersekolah di tempat yang ia inginkan. Cara penerimaan seperti ini haruslah dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak pemerintahan setempat bahwa ia memang benar-benar adalah anak yang tidak mampu atau sekarang ini bisa juga memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).

5. Jalur perpindahan ( biasanya di kelas XI dan XII)

Nah....tulisan ini sebenarnya hanya memberikan sedikit informasi saja. Ada banyak informasi lain yang bisa kalian akses melalui internet. Hanya saja yang jelas kita harus lebih memiliki pengetahuan tentang bagaiman sistem penerimaan pada anak-anak sekolah saat ini,agar kita tidak kebingungan nantinya.

semoga bermanfaat.
Jika ada pertanyaan, silahkan bertanya di kolom komen di bawah, saya akan menjawabnya sebanyak yang saya ketahui.



Sunday, 16 June 2019

John Wick 1

Bagi Para penggemar Film layar lebar, pasti sudah mendengar atau melihat film yang berjudul John Wick, atau paling tidak pernah melihat poster atau gambarnya di beberapa media sosial atau di bioskop. 
Sampai saat ini Film John Wick sudah sampai episode 3. Episode 1 adalah episode yang sangat menarik untuk ditonton. Kalimat-kalimat yang tertuang dalam film ini cukup menjadikan orang memfokuskan perhatiannya untuk menonton film tersebut sampai habis. 

Hasil gambar untuk john wick 1Hasil gambar untuk john wick 1

Pada tulisan kali ini saya akan mereview film John Wick 1.
John WIck pada dasarnya adalah seorang Pembunuh bayaran yang sudah berhenti dari pekerjaannya. Sebelum berhenti ia sangat dikenal masyarakat, bahkan polisi sudah mengenalnya sebagai sebagai pembunuh bayaran yang susah untuk ditaklukkan. Penyebab ia berhenti dari pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran adalah karena cinta dan akhirnya ia menikah dengan seorang perempuan bernama Helen untuk membina rumahtangga yang baik layaknya masyarakat pada umumnya. Sayang ketika ia baru menikah istrinya harus meninggal dunia (mati) dan sang istri meninggalkan seekor anjing hitam, yang mana anjing itulah  akhirnya menjadi teman john wick di rumah. Begitu sayangnya ia kepada anjing itu dan anjing itu sudah dianggapnya sebagai anggota keluarganya. 
Suatu hari ketika John Wick (JW)hendak mengisi minyak mobilnya di SPBU (istilah di Indonesia)ia bertemu dengan 3 orang pria yang juga akan mengisi minyak mobilnya. Salah satu diatara 3 orang tersebut adalah anak dari seorang Mafia besar yang sangat ditakuti orang, termasuk juga polisi. salah seorang dari tiga pria itu mendekati JW dan menanyakan apakah mobil JW (bermerek Mustang)akan dijual. JW mengatakan dengan tenang bahwa ia tidak menjualnya. Ketenangan JW itu membuat pria tersebut heran kenapa JW tidak takut dan membuatnya memaksa dengan kalimat kasar. JW juga membalas dengan kalimat yang ringan tapi menyakiti hati ke 3 orang tersebut. Inilah awal perseteruan JW dan kelompok Mafia.
Dikarenakan kesal dengan jawaban JW maka pada malam hari ke 3 pria itu mendatangi rumah JW dan mengajar JW yang sedang tidur, membunuh anjing kesayangan nya, lantas membawa mobil Mustang milik JW. Rasa marah yang tak terkira dari JW membuatnya membangunkan jiwa pembantainya. Ia mendatangi bengkel mobil terbesar dan menanyakan apakah mobilnya ada di tempat itu. Pemilik bengkel membenarkan itu dan menceritakan kronologi mengapa mobil itu ada di bengkelnya. Dalam cerita itu pemilik bengkel sempat memukul anak sang mafia karena berani memakinya dan mencuri mobil JW. JW bisa memakluminya dan akhirnya pulang dan membongkar kembali senjata senjatanya yang sudah ia kubur di lantai rumahnya. 
Pemilik bengkel di telfon sang mafia untuk mempertanyakan kenapa memukul anaknya. Pemilik bengkel menceritakan bahwa anaknya telah mencuri mobil JW dan membunuh anjingnya. Mendengar itu bos Mafia itu bukan marah, tetapi memanggil anaknya lalu menghajarnya kembali. Bos mafia itu menceritakan kepada anaknya tentang mobil siapa yang sedang ia curi. Ia mengatakan bahwa anaknya itu sedang mencuri mobil seorang John Wick, pembunuh yang hebat, tak pernah melepaskan targetnya, dan fokus. Orang menggelarnya "baba yaga" (pembunuh setan) dan saat ini ia akan membunuhmu kemanapun kau akan pergi.

Hasil gambar untuk john wickHasil gambar untuk john wick

Bergetar tubuh anaknya mendengar itu. Ayahnya menyuruhnya untuk pergi sejauh mungkin, walaupun ia tau bahwa anaknya takkan selamat.
Dengan kemarahan yang besar JW membongkar senjata yang sudah lama ia kubur dan akan membantai gerombolan mafia yang sudah membuka luka lamanya.
Dengan suguhan tayangan yang menggugah emosi kita, akhirnya JW berhasil melenyapkan gerombolan mafia itu, walaupun ia harus terkena sanksi dari continental (wilayah terlarang untuk melakukan pembunuhan) dan harus kehilangan beberapa teman yang membantunya, tapi JW tetap JW, tak peduli dimana ia akan melenyapkan musuhnya.
JW kembali ke rumah dengan membawa anjing baru yang ia ambil dari penyimpanan anjing masyarakat.
Film ini tersuguh dengan kalimat-kalimat dan dialog-dialog yang keren yang membuat kita tak ingin beranjak dari depan layar dan tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan kisah John Wick 2 dan John Wick 3 yang sudah beredar di internet dan bioskop-bioskop.
Silahkan ditonton, saya rasa kita punya pendapat yang sama.

Sekian.

Sunday, 2 June 2019

SEKS (SEX)

Tak henti-hentinya kita kalau membaca media sosial baik cetak maupun elektronik selalu saja ada berita-berita yang terkait dengan persoalan seks, baik itu dikalangan remaja, rumah tangga bahkan sampai menyentuh ke wilayah orang-orang yang berprofesi di bidang-bidang keagamaan. Saya secara pribadi melihat bahwa ekpresi seks yang seseorang lampiaskan dalam berbagai bentuk adalah sebuah kewajaran dan manusiawi, hanya saja nilai dan norma yang hidup di masyarakat ini memang terkadang berbeda-beda tertanamnya dalam diri setiap orang. Dengan demikian maka masalah seks yang muncul di masyarakat adalah salah satu bentuk persoalan internalisasi (memasukkan ke dalam diri seseorang) nilai dan norma ke dalam diri seseorang.
Sebagian orang mengatakan bahwa seks adalah "misteri". Ia bukan seperti sebuah benda yang dapat dilemparkan ke atas lantas orang lain dapat melihatnya dan mengetahui dengan jelas benda itu dan mampu mengambil langkah-langkah bagaimana cara menghindarinya atau mengaturnya sehingga ia bisa tetap ada di bawah kontrol akal sehat dan hati manusia.
Hasil gambar untuk libido
Tulisan ini akan saya awali dengan mengutip sebuah buku Karya Veven Sp Wardhana, yang bertajuk "Budaya Massa, Agama, Wanita", yang dicetak oleh PT Gramedia, Jakarta, tahun 2013.


Hasil gambar untuk buku budaya massa, agama, wanita

Jika benar bahwa sunat perempuan (female genetikal mutilation) merupakan tradisi negeri arab, maka tabiklah (selamat tinggallah) pada bangsa ini karena ternyata mereka sudah ahli anatomi sejak baheula (sejak dulu kala; kuno). Salah satu keahlian mereka adalah menemukan bahwa sumber kenikmatan seksual perempuan adalah Klitoris. Melalui berjejal saraf dalam klitoris itulah perempuan dapat mencapai orgasme, sebuah puncak kenikmatan seksual.

Secara alami, begitulah adanya. Jika kemudian diberlakukan sunat perempuan, dari pengeratan hingga pemangkasan klitoris, campurtangan kultur berserta konstruksi atasnyalah yang melandasinya. Ada misalnya yang mengatakan bahwa sunat merupakan wujud konkrit bagi sahnya inisiasi perempuan tersebut dalam memasuki agama tertentu. Adapula yang mengatakan bahwa sunat diberlakukan agar perempuan tak menjadi liar dan binal karena kepemilikannya atas klitoris.

Namun, sepandai-pandainya ahli anatomi klitoris dalam kaitannya dengan orgasme, ternyata ahli tersebut gagal juga dalam hal seksualitas perempuan, mengingat musabab orgasme perempuan, yang sama-sama multiple bisa didapatkan melalui organ lain, yakni titik G alias G-Spot. Tak ada klitoris, G-Spot pun tak kalah bikin kenikmatan sungguh menjadi-jadi. Bisa saja ahli anatomi tadi faham benar akan alternatif klitoris itu, hanya saja mereka gagal menemukan dimana sesungguhnya lokasi koordinat titik - G itu berada. Kalau saja mereka bisa yakin dimana sesungguhnya titik G itu, pasti terusulkan pula untuk menyunat titik G itu.

Belum lagi sumber lain yang menjadi musabab kenikmatan seksual perempuan, yakni kondisi psikis atau psikologis---suasana batin, ketentraman hati, permainan awal yang membuat perempuan comfortable, dan seterusnya. Jika saja bisa dilacak koordinat kondisi psikologis itu, sangat boleh jadi kondisi itu akan dimutilasi pula!

Bahwa berjuta syaraf di klitoris menjadi sumber kepuasan seksual perempuan, bahwa titik G menambah titik-titik koordinat pencapaian " the O", pertanyaan pentingnya adalah :
sungguhkah perempuan menjadi binal lantaran karunia perkelindanan klitoris dan titik G itu? Setidaknya, saya belum pernah membaca riset ilmiah perihal kebinalan perempuan itu.

Lantas, bagaimana dengan seksualitas lelaki?
Darimana kita ---setidaknya saya "membaca" tradisi seksualitas lelaki? Jika mengacu pada berderet peraturan daeah yang diundangkan di negeri ini, tampak betapa liar dan betapa susah untuk mengendalikan gelegak syahwat lelaki. Sebelumnya, isi suatu iklan layanan masyarakatpun menegaskan adanya limpah-ruah libido lelaki----sementara iklan tersebut menuding perempuan sebagai biang libido lelaki itu; sama persis dengan ideologi dibalik munculnya pasal dan ayat dalam peraturan daerah.

Iklan layanan masyarakat itu menggambarkan sosok perempuan  berpakaian seksi: ketat dan minim. Teks dalam iklan itu kira-kira berbunyi; "Bagaimana pemerkosaan tidak meningkat naik jika batas tepi pakaian perempuan juga naik tinggi..." Demikian halnya dengan peraturan daerah yang menggariskan perempuan dilarang berada di wilayah publik saat malam hari. Alasannya : memancing terjadinya kejahatan (tepatnya kejahatan kelamin alias pemerkosaan, yang pastilah dilakukan lelaki. Tapi biasanya media massa mengalihkan musababnya dengan cara mewacanakan " entah setan mana yang merasuki lelaki itu hingga dia melakukan kekerasan seksual itu...")
Maknanya: libido lelaki memang mudah membuncah---dan dianggap bisa dikendalikan. Saya jadi bertanya-tanya: tak adakah ahli anatomi yang bisa menemukan di koordinat mana titik-titik sensitif lelaki sehingga begitu mudahnya terumbar libidonya------dan dengan demikian bisa dipangkas dan dikerat musabab nan begitu mudah itu?

Sunat lelaki, jelas bukan untuk menghentikan dan mengendalikan libido seksual lelaki, tak sebagaimana diniatkan dalam sunat perempuan. Justru dengan sunat atau khitan itulah lelaki terlegitimasikan akil baligh sehingga sudah sah untuk melakukan hubungan seksual, termasuk kemungkinan hubungan  yang mudah dikendalikan oleh "remote control" berupa sensualitas perempuan: pakaian ketat, pakaian minim, bahkan pakaian sangat tertutup---karena toh fantasi dan imajinasi lelaki bahkan mampu menembus  ketebalan zirah yang terbuat dari besi baja, jika saja perempuan mengenakannya.

Menyunat fantasi, jelas muskil. Mengerat imajinasi, jelas absurd. Barangkali dalam absurditas itulah kemudian tertemukan lorong darurat bagi libido lelaki, yakni : poligini (memilih lebih dari satu pasangan). Pertanyaan pentingnya adalah: apa benar libido lelaki tak hendak terbendung? Jangan-jangan logikanya, aslinya, dibalik : karena ada lorong darurat, maka lorong itu harus dimanfatkan dengan cara merasionalisasi bahwa ada syahwat yang terlampau kuat untuk dikekang....

Buncahan syahwat lelaki tak sebatas terlegitimasi, bahkan juga terlegalisasi alias dilindungi melalui pasal dan ayat dalam perundangan. Setidaknya begitulah termaktub dalam undang-undang no 1 tahun 1974 tentang perkawinan: lelaki diperbokehkan memiliki istri lebih dari satu sepanjang istrinya tak mampu melayani gelegak libido suaminya. Tak ada pasal dan ayat perihal tidak mampunya lelaki dalam "menjalankan tugas"nya. Jika ketidakmampuan lelaki dalam "menjalankan tugas" itu dibahasakan dengan kalimat lain, bunyinya kira-kira : pihak lelaki kewalahan menghadapi buncahan gelegak syahwat perempuan. Itu sebabnya perlu pengendalian libido perempuan melalui pengeratan dan pemangkasan sumber segala sumber maha sumber birahi, yakni klitoris.
Hasil gambar untuk korban sexHasil gambar untuk korban sexHasil gambar untuk a man lonely on badHasil gambar untuk a man lonely on bad

Hmm. kok terasa lelaki itu sebatas menjalani impuls semata ya, layaknya hewan.

Nah, semua yang menggunakan tinta kuning adalah kutipan bulat-bulat dari buku yang tertera di atas. Lewat tulisan di atas, saya hanya ingin mengingatkan kembali (remind)bahwa persoalan seks adalah persoalan yang tak bisa dianggap kecil. Potensi sex dalam diri lelaki khususnya begitu tak bisa dikekang dan harus memiliki wadah untuk menyalurkannya. Saya sangat tertarik dengan kalimat terakhir Wardhana itu, "serasa lelaki itu sebatas menjalani impuls semata, layaknya hewan". Dalam KBBI, impuls itu adalah rangsangan atau gerak hati yang timbul dengan tiba-tiba untuk melakukan sesuatu tanpa pertimbangan. Pengertian di atas memberikan pengertian bahwa ketika libido lelaki itu sedang menggelegak, maka ia akan bisa melakukan apa saja untuk mengeluarkannya dan mengenyampingkan rasionalitas atau akal sehatnya.
Hasil gambar untuk libidoHasil gambar untuk libido
Dari channel youtube seorang pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea, ia mewawancarai beberapa wanita-wanita cantik nan seksi di Bali dan Jakarta. Pertanyaan Hotmsn Paris itu juga sampai ke persoalan sudah berapa kali berhubungan intim dengan pasangannya (pacarnya) dan pernah gak berhubungan intim dengan orang lain yang bukan pacarnya atau pasangannya. Beberapa wanita yang diwawancarai Hotman Paris mengatakan bahwa "lelaki cuma butuh itu", begitu kira-kira jawaban para wanita itu. Lebih lengkap bisa dilihat di youtube milik Hotman Paris Official youtube channel.

Akhirnya aku cuma mau bilang dan ingatkan bahwa kadang-kadang wanita suka lupa pada persoalan-persoalan seperti itu dengan alasan apapun yang menginginkan lelaki dapat memakluminya. Tidak, libido lelaki tidak menginginkan alasan apapun! Ia akan serta-merta menurun ketika alasan itu benar-benar bisa "ditolerir" menurut kacamata si libido itu. Rasionalitas lelaki tidak jarang dikalahkan libidonya, walaupun pada akhirnya libido lelaki itu menjadi suatu masalah baik dalam hubungan orang berpacaran,rumah tangga, maupun masyarakat.

Thursday, 30 May 2019

TV Edukasi (Pengembangan konten TV Edukasi)

Pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang lalu, saya mengikuti pelatihan yang bertajuk "Pendayagunaan Konten TV Edukasi dalam pembelajaran". Acara ini dilaksanakan oleh P4TK (Pustekkom). Kebetulan para pesertanya semua adalah guru baik dari SMA maupun SMK.


Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Salah satu perubahan itu adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang paling konkrit di hadapan kita saat ini adalah Smartphone atau android atau apalah namanya yang merupakan media untuk mengakses internet dengan mudah. Kondisi ini menjadi sebuah dilema bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang masih sekolah, karena dianggap masih kurang mampu menjadikan internet itu sebagai bahan belajar. Hal tersebut dianggap sangat penting karena saat ini kita sedang berhadapan dengan generasi alfa, yaitu generasi yang ketika ia lahir, dunia internet dan kemajuan TIK itu sudah ada. Nah, dasar pemikiran itulah salah satunya yang membuat acara kami ini diadakan, dengan harapan kami yang notabene adalah guru mampu menjadi salah satu garda terdepan yang mendorong para siswa untuk dapat menjadikan internet sebagai bahan belajar buat mereka.

Pendayagunaan TIK bisa dilakukan lewat beberapa cara, yaitu dengan pemanfaatan TV Edukasi. Hasil pelatihan ini nantinya diharapkan akan menjadikan para guru lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran dan memahamkan kepada siswa bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, melainkan ada banyak sumber belajar dan guru dapat hanya menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran tersebut.

Model pemanfaatan TV Edukasi itu dapat dilakukan dalam berbagai cara, misalnya:
1. Streaming, model pembelajaran ini dilakukan dengan menyaksikan siaran langsung dari TV Edukasi, tentu dengan menyesuaikan antara jadwal pembelajaran dengan siaran yang sedang berlangsung.
2. VOD (Video on Demand), pembelajaran ini dilakukan dengan menyaksikan siaran yang sudah berlangsung, misalnya dari youtube, lantas menjadikannya sebagai bahan ajar yang akan didiskusikan.
3. Offline, sedangkana model pembelajaran ini dilakukan dengan cara mendownload terlebih dahulu siaran yang sudah ada dan disesuaikan dengan materi pelajaran, bisa dari TVe atau dari youtube, lalu ditampilkan dikelas dan dijadikan sebagai bahan ajar oleh guru.
4. Blanded, pembelajaran ini dilakukan dengan menggabungkan cara pembelajaran, atau gaya mengajar atau kegiatan belajarnya yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai para siswa.
Hasil gambar untuk TVedukasiHasil gambar untuk TVedukasi

Tv Edukasi ini dikelola oleh Kemendikbud (Pustekkom) sebagai pihak yang melakukan penyeleksian dan penilaian atas konten yang ada di dalam tv edukasi ini. Tv edukasi ini dapat di akses di http://tve.kemdikbud.go.id
Beberapa produk dari Pustekom ini diantaranya adalah :
1. TV Edukasi
2. Radio Edukasi/Suara Edukasi
3. Kuis Kihajar (Kita harus belajar)
4. VOD
5. EnsikloMedia

Hasil gambar untuk ensiklomediaHasil gambar untuk radio edukasiHasil gambar untuk VODHasil gambar untuk Kuis Kihajar

Pada pelatihan yang kami ikuti waktu itu, kami juga diarahkan untuk selanjutnya dapat menjadi content creator pada Tv edukasi tersebut walaupun tidak gampang, harus memiliki kapabilitas yang baik untuk bisa menjadi content creatornya. Fasilitator acara juga memberikan pengajaran bagaimana sebaiknya kami membuat video pembelajaran yang baik agar layak untuk ditonton oleh publik.





Selain dari itu semua, kiranya kami yang hadir ini juga dapat menjadi Agent dalam menyosialisasikan Tv edukasi ini ke masyarakat, terutama kepada anak-anak usia sekolah, agar Tv edukasi ini dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa terus mereka akses di smartphone mereka. Pada muaranya nanti masyarakat secara umum tau bahwa di internet itu tidak hanya ada youtube dan lain sebagainya, tetapi juga ada Tv edukasi yang tidak kalah bermanfaat bagi mereka. 

Sudah pernah lihat belum????
Yok, kita buka sekarang TVE.kemdikbud.go.id

"Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja."

Cerpen "Kita akan tetap bersama" (bagian I)

Poooom....poooom...suara kapal feri yang akan menuju Tomok terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin kuat terdengar mendekati daratan ...