Monday, 31 December 2018

Tahun Baru Masehi dan Kembang Api

Hasil gambar untuk kebang ApiHasil gambar untuk kebang ApiHasil gambar untuk kebang ApiHasil gambar untuk kebang Api

Waktu menunjukkan pukul 00.00 Wib, segera 2019 datang menyapa. Dentuman demi dentuman suara kembang api sahut menyahut di angkasa. Warna-warni cahaya bak pelangi yang berantakan memecah kegelapan angkasa malam itu (1 Januari 2019). Indah memang, walau kadang beberapa suara kembang api itu seperti akan memecahkan telingaku. Ah, kunikmati sajalah pemandangan indah di atas sana. Sempat juga aku berkata woww...menyaksikan pecahan-pecahan api yang keluar seperti tersusun dan memiliki tugas masing-masing. Satu pecahan memunculkan pecahan yang lain dan memunculkan warna yang berbeda-beda pula. Pencipta kembang api itu lumayan hebat, fikirku sejenak. Terlintas juga dalam fikiranku berapa harganya ya? Kalau dikalikan sekian banyak kembang api jadi berapa rupiah ya harganya?

Sambil terus menikmati dentuman kembang api itu, terlintas lagi pertanyaan, mengapa harus meledakkan kembang api di malam tahun baru Masehi ini ya? Kan bisa juga dengan mematikan lampu selama 5 menit saja di seluruh dunia ini bagi yang merayakannya, fikirku sejenak. Tapi pasti semua ada alasannya. Yok kita tinjau alasannya, mengapa hal tersebut menjadi sebuah budaya.

Bukan tanpa tujuan, 1 Januari didedikasikan Julius Caesar untuk Dewa Janus, Dewa segala Gerbang dan Permulaan.
Hal ini tercantum dalam The World Book Encyclopedia volume IV yang terbit pada 1984 dalam halaman 237.
Dewa Janus sendiri dipercaya memiliki dua wajahWajah yang satu menghadap ke depan, sementara wajah lainnya menghadap ke belakang. Ini seolah menggambarkan masa lalu dan masa depan.
Atas dasar kepercayaan itu, Kaum Pagan hingga kini masih meneruskan tradisi ini dan selalu menyalakan kembang api di setiap malam tahun baru. Tak hanya itu, mereka juga membuat api unggun, serta bergandengan tangan mengitarinya.
Selanjutnya, membunyikan lonceng dan meniup terompet sebagai pertanda tahun baru telah tiba. Maka dari itu, tak heran jika pergantian malam tahun baru selalu identik dengan pesta kembang api dan terompet.

(http://kupang.tribunnews.com/2017/12/31/asal-usul-perayaan-malam-tahun-baru-penghormatan-pada-dewa-berwajah-dua-yang-sarat-makna?page=all)

Nah....Setelah membacanya, kita telah mengetahui bahwa memang sampai hari ini budaya kembang api di malam pergantian tahun masih tetap lestari dan menjadi budaya bagi sebagian masyarakat. Ingat, sebagian masyarakat. Siapa itu? ya orang-orang yang merasa bahwa ia adalah bagian dari orang-orang yang pantas untuk melestarikannya. 

Kebudayaan memang bersifat relatif (relatifisme kebudayaan), sebuah budaya akan baik di mata pemeluknya tapi belum tentu di mata pemeluk kebudayaan lain. Di negeri Indonesia kita yang Multikultur ini ada berbagai kebudayaan yang hidup dan terus berjalan. Untuk itu biarkan semua kebudayaan itu hidup dengan sendiri-sendiri tanpa harus mengganggu apa yang menjadi tradisi dalam kebudayaan orang lain. Etnosentrisme memang hidup dalam diri seseorang, tetapi biarlah ia hidup dalam diri sendiri dan tidak membuncah dan terejawantahkan dalam sikap dan perilaku negatif di masyarakat. 
Toleransi adalah kata yang paling penting dalam suasana kehidupan masyarakat yang multikultur, yang penting silahkan laksanakan apa yang menjadi budayanya, dan jangan lakukan apa yang tidak menjadi budayanya.

Semoga Negeri ini tetap menjadi negeri yang damai, sejahtera dan memahami arti kemajemukan.


Saya Ikhwan Rivai Purba, semoga hari esok lebih baik dari hari ini..Amiin.


Jenis Reket Tennis dan Harganya


Hasil gambar untuk raket tenis 
Merek reket tennis ini adalah Wilson. Harganya juga berbeda-beda mulai dari  lebih kurang Rp 500rb rupiah, sampai ada yang mencapai harga 3,5 juta rupiah. Reket ini cukup banyak digunakan oleh para pemain tennis kelas dunia, diantaranya adalah, Roger Federer, Del Potro, Grigor Dimitrov, Kei Nisikhori, Serena William, dll.

Hasil gambar untuk raket tenis babolatHasil gambar untuk raket tenis babolat

Merek reket ini adalah Babolat. Harga reket ini juga berkisar 700rb sampai 3,5 juta rupiah. Reket ini juga sering digunakan oleh para petenis kelas dunia, diantaranya adalah Rafael Nadal, yang sekarang menjadi rangking 1 ATP, Dominic Thiem, Andy Rodick, dll..

Hasil gambar untuk raket tenis YonexHasil gambar untuk raket tenis Yonex

Merek reket ini adalah Yonex. Harganya berkisar 750rb sampai 3,8 juta rupiah. Tak kalah reket ini juga menjadi senjata para petenis kelas dunia, diataranya Stan Wawrinka, Nick Kyrgios, Naomi Osaka, dll.

Hasil gambar untuk raket tenis princeHasil gambar untuk raket tenis princeHasil gambar untuk harga raket tenis prince

Merek Reket ini adalah Prince. Harganya berkisar 500rb rupiah sampai 2,5 juta rupiah. Petenis kelas dunia yang menggunakannya adalah Maria sarapova, Jhon Isner, dll.

Hasil gambar untuk raket tenis dunlopHasil gambar untuk raket tenis dunlopHasil gambar untuk raket tenis dunlop

Merek Reket ini adalah Dunlop. Harganya berkisar 900rb sampai 2 juta rupiah. James Blake, Verdasco, Anderson, dll.

Hasil gambar untuk raket HeadHasil gambar untuk raket HeadHasil gambar untuk raket Head


Reket ini bermerk Head. Harganya berkisar 800rb sampai 3,5 juta rupiah. Reket yang satu ini tak kalah hebat, para pemain kelas dunia seperti Novac Djokovic, Andy Murray, Andre Agassi, telah menjadi juara dunia dengan reket ini. 

Dari kesemua jenis reket tersebut, yang paling penting adalah bagaimana pemainnya memiliki kemampuan yang baik dlam bermain. Senjata sehebat apapun, jika penggunanya tidak mumpuni, maka sejata itu tidak ada artinya. beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih reket ialah: 

1. Sebelum membeli raket tenis, pahamilah tingkat permainan Anda lebih dahulu. Jika anda masih pemula, ada banyak produk raket tenis yang khusus didesain untuk anda. Para pemula sangat disarankan untuk menggunakan raket yang bobotnya ringan. Sementara bagi anda yang sudah bermain tenis cukup lama, bisa memilih raket yang bobotnya lebih berat namun dengan penampang kepala raket yang ringan. Biasanya berat raket berkisar antara 8 hingga 12.5 ons saat raket dalam kondisi tanpa senar. Yang perlu anda ketahui, berat sebuah raket memang tidak seimbang di seluruh bagiannya, bisa saja lebih berat di bagian pegangannya atau bahkan di bagian penampang kepala raketnya.
2. Salah satu yang terpenting adalah cermati ukuran grip raketnya. Ukurlah tangan Anda baik-baik dengan cara memegang ujung pegangan raket dan coba ayunkan raket sambil merasakan apakah Anda merasa nyaman atau tidak. Pramuniaga toko raket pasti akan siap membantu Anda. Jika perlu mintalah saran kepada teman anda yang lebih berpengalaman dengan olahraha tenis. Perhatikan juga ukuran penampang kepala raketnya. Ada tiga ukuran yang dapat anda pilih yaitu; menengah, menengah plus dan ukuran besar. Semakin besar raket yang anda pakai, semakin besar pula titik target untuk memukul bola, sehingga akan memudahkan dalam melakukan pukulan dengan baik.
3. Bagian yang perlu anda perhatikan adalah ukuran panjang raketnya. Panjang raket yang umum bagi orang dewasa adalah berukuran 27 hingga 29 inci. Ada pula raket yang khusus dibuat berukuran ukuran lebih panjang. Perlu anda ketahui, prinsip dasar dari raket berukuran panjang adalah akan membuat anda lebih sulit bergerak di lapangan. Namun kelebihannya Anda dapat menghasilkan pukulan service yang lebih powerful dan berkecepatan kencang.
4. Perhatikan bahan bakunya. Raket tenis umumnya dibuat dari bahan aluminium, grafit, titanium, serat kaca, dan kevlar, yaitu semacam serat sintetis para-aramid. Dan dari semua bahan tadi, raket tenis yang terbuat dari bahan grafit dianggap yang terbaik. Anda bisa membeli raket yang masih tanpa senar (rangka), ataupun raket yang sudah lengkap terpasang dengan senarnya. Jika Anda memutuskan untuk membeli raket yang masih tanpa senar, lebih baik pilihlah senar yang berkualitas dan bisa dipasangkan di toko-toko olahraga yang memiliki alat memasang senar, sehingga memudahkan anda.
5. Bagi orang dewasa dengan berat badan minimal 40 kg harus menggunakan raket yang memang dirancang khusus untuk orang dewasa. Raket tenis terbagi dalam beberapa kategori seperti untuk pemula, menengah/cukup baik, dan tingkat lanjut/berpengalaman.
6. Ada dua jenis raket yang sangat dianjurkan bagi para pemula, yaitu raket dengan power rendah, penampang kepala raketnya ringan tapi mempunyai bobot yang berat. Jenis lainnya yang tidak direkomendasikan adalah raket yang terlalu ringan, kira-kira beratnya kurang dari 9.5 ons atau 270 gram dan sudah dipasang senarnya serta raket yang sangat kuat. Raket seperti ini tidak disarankan karena hanya cocok untuk sedikit orang saja yang memang sesekali saja bermain dan kurang bertenaga untuk mengayun raket dengan keras.
7. Raket-raket yang dijual di pasaran dengan harga mahal seperti merek-merek yang digunakan oleh petenis-petenis top dunia seperti Wilson, Head dll, memang dirancang khusus untuk dipakai oleh orang-orang yang memang rutin dan serius bermain tenis. Sementara raket-raket dengan harga yang murah lebih cocok dipakai oleh orang-orang yang bermain tenis hanya untuk sekedar hobi rekreasi saja.
8. Raket-raket buatan China berlisensi dari perusahaan induknya di Amerika Serikat misalnya, bisa didapat di toko olahraga dan supermarket dnegan kisaran harga antara Rp. 400 ribu hingga Rp.700 ribu. Raket-raket murah seperti ini terbuat dari bahan aluminium, tanpa senar atau ada juga yang sudah dengan senar serta penampang kepala raketnya dilengkapi dengan penutup.

9. Raket yang terbuat dari bahan dari aluminium cenderung sangat fleksibel bagi petenis yang suka memukul dengan keras sehingga bisa dikatakan bahwa yang bersangkutan sudah cukup baik dalam bermain. Jika Anda merasa serius untuk bermain tenis dan yakin akan cepat berkembang, sebaiknya Anda pilih raket yang terbuat dari grafit dengan harga minimal Rp. 2 jutaan.

Friday, 28 December 2018

Dayok ni ura / Dayok nabinatur





Jika kita berbicara kuliner Simalungun, tentu yang paling sering disebut orang pertama kali adalah Dayok ni ura. Penyebutan nama makanan tersebut memang memiliki perbedaan di dua tempat daerah Simalungun. Di bagian Simalungun atas (Daerah Raya dan sekelilingnya) mereka menyebutnya dengan Dayok Nabinatur, sedangkan di daerah Simalungun bawah (Pematang Bandar dan sekelilingnya) mereka menyebutnya dengan Dayok ni ura. Di sini saya akan menggunakan istilah Dayok na iura, karena kampung orang tua saya berada di Simalungun bawah yaitu daerah Pematang Bandar.

Mengapa orang Simalungun membuat Dayok ni ura? Biasanya masakan ini dibuat untuk moment-moment tertentu, misalnya ketika mengungkapkan rasa syukur karena anaknya telah lulus dalam suatu tes tes tertentu, baik untuk pekerjaan atau sekolah, bisa juga misalnya ketika seseorang terlepas dari suatu bahaya, atau lain-lain yang mengungkapkan kesyukuran. Kalau pada etnis Melayu mereka mengungkapkannya dengan masak pulut kuning atau nasi kuning, kira-kira seperti itu, walaupun kesyukuran pertama tetap kepada Allah SWT.

Pada prinsipnya kedua penyebutan itu memiliki makna yang sama, hanya saja dalam proses pembuatannya ada beberapa bahan yang membedakannya. Sedangkan yang menjadi ciri khas dari makanan tersebut adalah Holat. Apa Holat itu? Sejenis zat yang memiliki rasa kelat yang dicampurkan pada bumbu masakan tersebut. Holat ini biasanya diambil dari kulit pohon Landoyung. Sebuah pohon yang biasanya tumbuh di ladang-ladang masyarakat. Kulitnya diambil dengan mengupasnya dari pohonnya menggunakan parang dengan jumlah secukupnya.

Saya sempat melakukan wawancara dengan ahli Dayok ni ura yang bernama Pak Te'e...begitu orang di sana memanggilnya.
Beliau mengatakan bahwa Ayam (Dayok) yang akan dimasak diusahakan tidak terlalu tua, karena dagingnya akan keras ketika akan dimakan. Kemudian setelah dipotong dan dibersihkan bulu-bulu dan bagian dalamnya, ayam kemudian dipanggang. Ini juga sesuatu yang khas, ayamnya harus dipanggang, bukan digoreng atau yang lainnya.
Hasil gambar untuk dayok nabinatur
Sementara proses membersihkan dan pemanggangan ayam, bumbu-bumbu masakan juga disiapkan, seperti santan kental dari kelapa, bawang merah dan putih yang digiling dengan tangan, batang lengkuas yang dikeruk, kemudian hasil ketukannya diperas untuk mengambil airnya yang akan dicampurkan ke bumbu masakan, cabe merah giling, kemiri yang dibakar untuk diambil dalamnya dan kemudian digiling sebagai salah satu bahan bumbu masakan. Kemudian bawang merah yang disiapkan tadi juga harus dipanggang terlebih dahulu dan kemudian digiling juga dengan tangan sebagai bagian dari bumbu masakan. Masuk pada bagian yang paling khas yaitu rasa kelat yang harus dicampurkan dengan bumbu masakan.
Kulit Landoyung yang telah diambil tadi kemudian di keruk dan hasil ketukannya lalu diperas dan dicampurkan dengan bumbu masakan yang sudah selesai. Untuk pengelatnya ini dicampurkan terakhir kali setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam santan kental yang sudah disiapkan, kemudian dimasukkan semua bumbu-bumbu tadi di dalam santan kental. Sebagai masukan, dikarenakan pohon Landoyung saat ini sudah sangat langka didapati, maka sebagai bahan pengelatnya juga dapat diganti dengan buah Sawo mentah sebanyak yang dibutuhkan, tapi tidak juga terlalu banyak karena akan terlalu kelat. Buah sawo itu kemudian diparut dan diperas untuk mendapatkan airnya dan dicampurkan ke dalam bumbu yang sudah dilarutkan ke dalam santan kental tadi.
Selain untuk pengelat, air Landoyung atau sawo tadi juga berguna untuk mengentalkan santan yang sudah dimasukkan berbagai bumbu tadi, jadi air santan itu tidak lagi cair, tetapi kental dan sudah dapat dikonsumsi.
Semua bumbu yang sudah siap tadi tidak perlu diterangkan di atas api atau dimasak, cukup santan kelapa yang sudah dicampur berbagai bumbu tadilah yang dikonsumsi sebagai kuah ayam yang sudah selesai dipanggang tadi.

Ayam yang sudah selesai dipanggang tadi kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhannya, biasanya memotongnya sesuai dengan sendi-sendi tubuh ayam tersebut, jika terlalu besar dapat dipotong dua. Setelah selesai dipotong-potong, maka ayam tersebut disusun di atas piring yang agak lebar yang dialasi dengan daun pisang yang sudah digunting bulat melebihi sedikit besar piring tempatnya tadi. Kemudian diletakkan ayam yang sudah selesai tadi sesuai dengan susunan ayam yang semestinya ketika ia masih hidup. Susunannya adalah, letakkan bagian kepala di atas piring, kemudian bagian badannya dan di sampingnya kedua sayapnya, lalu bagian kedua pahanya diletakkan bersambung dengan meletakkan bagian cekernya. Setelah itu dibagikan tengah diletakkan potongan bagian ekornya. Selesailah sudah menyusun ayam yang sudah dipanggang tadi di atas piring sebagaimana susunan ayam yang masih hidup. Pengaturan letak ayam inilah yang oleh orang Simalungun atas dinamakan dengan dayok nabinatur (ayam yang disusun).
Hasil gambar untuk dayok nabinaturHasil gambar untuk dayok nabinatur
Setelah selesai disusun lalu disiramkan lah bumbu tadi ke seluruh bagian tubuh ayam yang sudah disusun tadi sebagai kuah dari masakan itu. Banyaknya bisa diperkirakan sendiri secukupnya untuk kuah ayam tersebut.
Kemudian sebagai penutupnya biasanya daun pisang yang sudah digunting berbentuk bulat ditutupkan di atasnya, dan masakan pun siap dipersembahkan.

Dalam prosesi memberikan hidangan itu dengan cara menyulangkannya kepada yang mempunyai hajat. Sedangkan yang menyulangnya adalah orang-orang yang mau memberikan restu do'a kepadanya, biasanya pertama adalah kedua orangtuanya, kemudian opung atau neneknya, bou atau tulangnya, pihak-pihak lain yang dianggap penting, misalnya paribannya...hehe. Tidak ada aturan yang baku secara adat untuk hal tersebut.
Sambil menyulangkan makanan itu diucapkan lah kata-kata yang baik semacam do'a dan dukungan kepada yang memiliki hajat tadi.
Maka selesailah acara tersebut.

Setelah selesai, maka tamu atau orang yang hadir dalam acara tersebut dipersilahkan untuk menyantap Dayok ni ura yang lain yang sudah disiapkan lebih. Dengan demikian orang yang hadir dalam acara tersebut tidak hanya menyaksikan acara, tetapi juga dapat menikmati Dayok ni ura yang dimakan oleh yang memiliki hajat.
Anda berminat? Ayok kita buat....tapi anda yang nyiapkan dananya ya....hehe

Nah....saat ini masih jarang kita temui rumah makan yang menyediakan masakan khas Simalungun ini, karena proses memasaknya yang lama dan agak capek..ini juga bisa dijadikan peluang usaha bagi anda yang berminat usaha di bidang kuliner....good luck.


Wednesday, 26 December 2018

Onitsuka Tiger

Hasil gambar untuk Djokovic with tiger shoes

Sebagai seorang yang sangat menggemari olahraga Tennis lapangan, aku selalu memperhatikan segala hal yang terkait dengan para petenis kelas dunia khususnya. Mulai dari karirnya, gaya bermainnya, model pukulan backhand dan forehandnya, ekspresi kemenangan, kekalahan, kemarahan , kekesalan mereka saat bertanding, istri dan pacarnya, sampai aksesoris yang mereka gunakan ketika bertanding. 
Kali ini aku mau sedikit fokus pada sepatu yang mereka gunakan.
Roger Federer, Petenis Swiss ini sangat setia dengan sepatu Nike yang ia gunakan saat bertanding dan reket Wilsonnya. Mulai awal karirnya sampai saat ini King Roger masih menggunakan sepatu bermerek NIKE dan Wilson sebagai senjatanya.
Rafael Nadal, Petenis Spanyol ini juga sampai saat ini masih menggunakan merek NIKE sebagai sepatunya dan Reket Babolat sebagai senjata untuk menghancurkan lawan-lawannya.
Stan Wawrinka, Petenis Swiss ini menggunakan Yonex sebagai aksesoris bertandingnya. Sepatu bermerek yonex diproduksi khusus untuknya, begitu juga dengan reket yonex yang ia gunakan untuk senjata meredam kesombongan lawan-lawannya. 
Dominic Thiem, Petenis Austria ini menggunakan ADIDAS untuk mengalasi kakinya ketika bertanding sampai saat ini, dengan Babolat sebagai Reket andalannya untuk menghempaskan lawan-lawannya.

Tapi kali ini aku tertuju pada Novac Djokovic.....aku bukan fansnya, tapi aku sangat mengagumiya sebagai petenis yang sangat giat, berstamina hebat dan pantang menyerah.
Petenis Serbia yang sangat setia dengan Reket Head nya ini awalnya juga setia dengan ADIDAS sebagai alas kakinya bertanding. Aku terkejut sejenak ketika dalam satu pertandingan Mr. Djokovic ini tak lagi menggunakan Adidas sebagai sepatunya, ia menggantinya dengan sepatu ONITSUKA TIGER. Memang bukan karena sepatunya, tetapi tahun 2018 ini dialah peraih 2 juara turnamen tenis berlevel tertinggi di dunia (Grandslam) yaitu Wimbledon dan US Open dan 2 lagi oleh Federer (Australian Open) dan Rafael Nadal (Roland Garros/Frenc Open).

Ada apa dengan Djokovic menggunakan Onitsuka Tiger? 
Yok kita lirik model dan warnanya...
Hasil gambar untuk onitsuka tiger djokovic 
Inilah salah satu Onitsuka Tiger yang selalu dipakai  Djokovic ketika bertanding.

Hasil gambar untuk onitsuka tiger djokovicHasil gambar untuk onitsuka tiger djokovic

Hasil gambar untuk onitsuka tiger djokovic
Inilah Onitsuka Tiger yang digunakan Djokovic ketika memenangi US Open 2018


Hasil gambar untuk onitsuka tiger djokovic
Inilah Onitsuka Tiger yang digunakan Djokovic ketika menjuarai Wimbledon 2018.
Mengapa putih? Karena turnamen Wimbledon memang memiliki kekhasan tersendiri, yaitu memiliki peraturan bahwa semua pemain yang bertanding harus menggunakan semua perlengkapan tubuhnya dengan warna putih.
Hasil gambar untuk onitsuka tiger djokovicHasil gambar untuk onitsuka tiger djokovic



Dan tidak hanya untuk olahrarga, ternyata onitsuka tiger juga memiliki model yang dapat digunakan untuk santai, jalan-jalan dan moment-moment lainnya.

Hasil gambar untuk onitsuka tigerHasil gambar untuk onitsuka tigerHasil gambar untuk onitsuka tigerHasil gambar untuk onitsuka tigerHasil gambar untuk onitsuka tiger Hasil gambar untuk onitsuka tiger Hasil gambar untuk onitsuka tiger Hasil gambar untuk onitsuka tiger Hasil gambar untuk onitsuka tiger Hasil gambar untuk onitsuka tiger Hasil gambar untuk onitsuka tiger for womenHasil gambar untuk onitsuka tiger for womenHasil gambar untuk onitsuka tiger for women

Bisa digunakan untuk Cowok dan Cewek ni......hehehehehe. Keren Bah..


Mengenal Grandslam

Salah satu cabang olahraga yang memiliki paling banyak turnamen kelas dunia adalah Tenis Lapangan. Beberapa opini masyarakat mengatakan ba...