Thursday, 6 December 2018

sekolah dan musik

Hai Sobat....macam sobat padi ya....hehe
ada sebuah fenomena pada remaja yang merusak proses belajarnya gara-gara bermusik. saya sih gak bilang bahwa bermusik itu gak benar, hanya saja sebaiknya belajar mata pelajaran lain di sekolah jangan sampai ditinggalkan. kenapa? karena untuk dapat menjadi pemusik yang profesional juga harus pinter dalam semua hal. Nah, banyak yang bisa kita dapatkan dari bangku sekolah. Saya juga pernah punya teman teman yang akhirnya harus babak belur di usia yang tidak muda lagi, dan masalahnya ia juga gak bisa menjadikan kemampuan bermusiknya bisa eksis di industri musik baik daerah, nasional apalagi internasional. Barangkali salah satu penyebabnya adalah pendidikan formalnya yang terlalu rendah. Negara Indonesia ini masih sangat ketat dengan prosedur administrasi, jadi orang-orang yang akan memasuki bidang pekerjaan yang istilah saya semi formal apalagi formal sangat membutuhkan syarat-syarat administrasi yang baik juga.

Siapa yang gak suka musik? saya juga suka musik, karena musik adalah bagian dari seni yang dapat menjadikan keseharian kita lebih berwarna. O ya...bukan berarti kalau sedang duduk di bangku sekolah lantas gak bisa bermusik.....bisa. Di sekolahkan juga ada ekskul musik kalau sekolahnya memiliki ekskul tersebut, kalaupun tidak ada, kaliankan juga bisa main musik setelah pulang sekolah, jadi sekolah jalan, main musik juga jalan.
Ini ada film yang baik juga untuk ditonton, judulnya "School of Rock". Film itu juga menceritakan bahwa anak-anak yang sekolah teratur dan memang di keluarganya juga dibudayakan hidup teratur, juga bisa bermusik kok, apalagi di dukung oleh orangtuanya.
Gambar terkait

Tapi gini sobat semua.....film ini memilih musik rock sebagai genre musiknya, karena guru musiknya memang berasal dari pemusik rock. Lebih hebat lagi gurunya ini menjelaskan sejaran berdirinya musik rock di dunia ini mulai dari dulu sampai sekarang beserta orang-orang yang mempopulerkannya, dia tak perduli kalau siswa-siswanya tak mengerti apa yang si guru sampaikan..haha. Seruu nontonnya memang, warna sedihnya juga dapat, merangsang semangatnya juga dapat.

Tapi.....gak semua orang suka dengan musik rock. Banyak juga yang menyenangi genre musik yang lain yang dia anggap lebih mampu menyentuh emosionalnya. kalau saya sih memang masih senang genre musik yang masih bernuansa rock, pop rock misalnya, atau indie (maaf kalau salah menuliskannya ya..), jazz, dangdut dan lain sebagainya...
sekarang-sekarang ini menurut pengamatan saya, para remaja juga lagi menggandrungi musik-musik DJ, hentakan-hentakan musiknya katanya sangat mampu membuat tubuh dengan segera bergoyang-goyang mengikuti iramanya.....whatever yang jelas warna musik itu sangat relatif. 
Hasil gambar untuk dj butterfly beraksHasil gambar untuk ed sheeranHasil gambar untuk a7xHasil gambar untuk via vallenHasil gambar untuk bob marleyHasil gambar untuk mozartHasil gambar untuk dewa 19Hasil gambar untuk arijit singh

Menurut beberapa ahli kebudayaan, warna musik juga bisa menjadi ciri dari kelas sosial seseorang. kalian setuju gak? orang kaya menyenangi warna musik tertentu, orang menengah warna musiknya tertentu, kemudian orang bawah suka dengan warna musik tertentu juga, kalian setuju? 
Kalau saya??? nantilah kalau kalian udah jawab.....hehe.

Akhirnya....cerita-cerita tentang genre musik, kalian suka genre musik yang bagaimana ni? gak ada hubungannya lo dengan kelas sosial tadi.....hehe.

bye.....

No comments:

Post a Comment

Amanatku sebagai Pembina Upacara

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat Pagi, Salam sejahtera buat kita semua. Anak-anak sekalian... Satu hal y...