Friday, 7 December 2018

Untuk apa Ujian?

Setiap proses belajar mengajar selesai biasanya selalu ada penilaian. seperti apa penilaiannya, itu terserah kepada guru masing-masing yang memberikan materi pelajaran. masalahnya para siswa terkadang tak mengerti kenapa harus dibuat ujian, sehingga karena mereka tak mengerti tujuan dari ujian itu, beberapa siswa tidak melaksanakan proses ujian itu dengan benar. proses ujian itu terkadangmasih dilakukan dengan tidak jujur, misalnya dengan melihat kopekan atau bertanya kepada teman-teman di dekatnya. hal ini disebabkan mereka takut kalau-kalau nantinya nilai mereka menjadi jelek. Padahal, dengan proses ujian yang dilakukan dengan tidak benar, siswa menjadi tidak benar-benar tau sampai dimana kemampuan mereka dalam proses belajar yang mereka lakukan selama ini.

Apa yang menjadi kekhawatiran siswa memang beralasan sih...kalau nilai mereka rendah maka mugkin saja nantinya mereka jadi tidak bisa masuk ke dalam salah satu perguruan tinggi yang mereka inginkan (jika melalui proses SNMPTN) bagi siswa SMA, karena raport lah salah satu yang menjadi penilaian penting dalam proses SNMPTN (Seleksi Nasonal Masuk Perguruan Tinggi Negeri) itu. Tidak hanya itu saja, alasan-alasan lain tentu masing-masing ada dalam fikiran para siswa, misalnya takut kepada orang tua kalau nilainya rendah, ingin medapatkan hadiah (reward) dari orang tua atau orang lain, yang paling umum alasannya ya takut tinggal kelas. 

Berbeda halnya dengan ujian nasional yang biasanya dilakukan oleh siswa-siswa kelas XII di SMA. beberapa praktisi pendidikan mengatakan Ujian Nasional itu hanya dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap kemampuan siswa di seluruh Indonesia ini, agar kelak dari hasil itu dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi ketertinggalan kemampuan para siswa yang berada di daerah-daerah tertentu. Oleh karena itulah maka ujian ulang selalu dilakukan kepada siswa-siswa yang tidak lulus atau tidak mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) pada ujian yang berstandar nasional tersebut.
Ujian KD (Kompetensi Dasar) bagi kelas X SMA sekarang dilakukan untuk melihat kemampuan siswa dalam mempelajari  Kompetensi Dasar yang sudah dilalui mereka. Seandainya dalam 1 tahun ada 8 Kompetensi Dasar, maka ada 8 kali ujian Kompetensi Dasar yang harus dilalui oleh siswa di SMA itu. Jika tidak lulus, maka guru akan memberikan kesempatan Remedial (pengulangan pembelajaran sampai siswa tersebut mampu mencapai KKM pada Kompetensi Dasar tersebut. Tidak hanya ujian Kompetensi Dasar, guru juga biasanya akan memberikan tugas-tugas yang terkait dengan materi Kompetensi Dasar tersebut untuk mendukung pengetahuan siswa memahami pelajaran yang di ajarkan pada Kompetensi Dasar tersebut. 

Nah...siapa siswa yang berhasil mendapatkan nilai yang baik? biasanya adalah siswa yang dalam proses belajar mengajar itu mengiktinya dengan benar, dengan kesadaran hati dan fokus pada orientasi pendidikannya. Hal itu bisa dilihat seorang guru dalam proses belajar mengajar yang setiap hari dilakukan. Jika ingin meringkaskan penilaian, maka sebenarnya seorang guru tanpa ujianpun sudah mampu memberikan penilaian dengan obyektif kepada siswanya. Tetapi tetap saja kadang-kadang ada kejutan-kejutan yang terjadi pada siswa, misalnya selama proses belajar mengajar setiap hari siswa tersebut dianggap kurang mampu, tetapi ketika ujian ia mendapatkan hasil / nilai yang baik. Hehehe...ini menjadi sedikit dilema pada guru. Ada 2 hal yang bisa dilakukan, pertama mungkin gurunya akan membuat tes ulang baik lisan atau tulisan kepada siswa tersebut, atau yang kedua, positif thinking bahwa selama ini sebenarnya ia belajar di rumah dan mengulang-ulang pelajarannya yang ia salin lagi dari teman-temannya, atau mungkin ada faktor nasib....hehe.
Tapi biasanya.......Proses tidak akan mengkhianati hasil.
Cocok kan sobat?
Ni ada beberapa siswa yang berkomentar tentang ujian, buat apa sih ada ujian?

Sorry guys....cewek yang empat ini gak sempat diliput videonya, tapi pada dasarnya mereka setuju kalau ujian itu tetap diadakan, supaya apa yang mereka pelajari itu bisa diketahui masih bisa diingat apa enggak, tros mereka juga bilang ujian juga cocok dibuat agar persahabatan semakin solid....hahaha (dasar siswa).




No comments:

Post a Comment

Cerpen "Kita akan tetap bersama" (bagian I)

Poooom....poooom...suara kapal feri yang akan menuju Tomok terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin kuat terdengar mendekati daratan ...