Friday, 4 January 2019

Literasi

Kemarin saya mengunjungi toko buku Gramedia di jl gajah Mada untuk melihat-lihat buku. Dari rak ke rak yang lain aku perhatikan satu persatu. Tiba-tiba mataku tertuju pada dua orang anak sekolah yang terduduk di antara 2 rak buku yang ada di toko buku itu. Kelihatannya mereka sangat serius membaca buku yang mereka pegang. Wah, aku tertarik melihatnya, karena dalam dikiranya saya mereka punya semangat yang bagus untuk berliterasi. Jaman sekarang kemauan untuk membaca seperti mereka sudah sangat berkurang, itu menurut observasi sekilas saya.
Apa penyebabnya? Tentu beragam, salah satunya mungkin adalah perkembangan salah satu bentuk budaya material yaitu smartphone. Selama penggunaan smartphone itu ke arah yang positif saya kira itu juga bentuk dari berliterasi, tapi jika ke arah yang negatif, maka disitulah salah satu penyebab kurangnya minat baca di kalangan remaja dan anak-anak sekolah.

Masih banyak juga yang bertanya apa sih literasi itu sebenarnya? Di sini saya akan menjelaskan pengertian literasi menurut saya.
Literasi itu bisa diartikan sebagai kemampuan membaca, menulis, memahami dan mengartikan tentang apa-apa yang menjadi bagian dari kehidupan di masyarakat.
Untuk menambah kemampuan literasi itulah maka orang dituntut untuk banyak membaca, menulis, menonton, memperhatikan lingkungan sekitar, ikut serta dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dan lain-lain.

Apa keuntungan berliterasi?
Jika kita berbicara keuntungan tentu sangat banyak, diantaranya adalah memiliki wawasan yang luas, memiliki banyak referensi yang dapat digunakan untuk menjadi modal kita ketika kita akan memutuskan berwirausaha, menjadi orang yang smart, luas pergaulan dan banyak lagi keuntungan lainnya. Semangat literasi tidak tumbuh begitu saja, melainkan harus ada sebuah iklim yang dibentuk baik oleh keluarga atau lingkungan sosialnya. Untuk baik agen sosialisasi primer (keluarga) atau agen sosialisasi sekunder (di luar keluarga, seperti sekolah, teman sepermainan, media massa, lingkungan kerja, dan lain-lain) harus juga bersinergi untuk membangun budaya literasi ini. Insya Allah anak-anak Indonesia pada khususnya akan menjadi anak-anak yang cerdas dan smart dan pada akhirnya bangsa ini akan terkena imbasnya menjadi bangsa yang maju disebabkan warga negaranya yang cerdas-cerdas.

Ayo teman-teman melestarikan budaya literasi itu, karena berliterasi juga hidup dalam rutinitas kegiatan kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya...

No comments:

Post a Comment

Amanatku sebagai Pembina Upacara

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat Pagi, Salam sejahtera buat kita semua. Anak-anak sekalian... Satu hal y...