Wednesday, 2 January 2019

RPP Kls X Sosiologi


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan    : SMAN 3 MEDAN
Mata Pelajaran          : Sosiologi
Kelas/Semester         : X/1
Materi Pokok             : Fungsi Sosiologi dalam Mengkaji Gejala Sosial
Alokasi Waktu           : 5 pertemuan (@ 2 x 45 menit)

A.  Kompetensi Inti (KI)
KI 1
:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
:
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
:
Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator
3.1
:
Memahami pengetahuan dasar Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berfungsi untuk mengkaji gejala sosial di masyarakat.
Indikator:
  1. Menelusuri latar belakang lahirnya dan sejarah perkembangan Sosiologi.
  2. Menjelaskan pengertian Sosiologi menurut pendapat para ahli.
  3. Menjelaskan karakteristik Sosiologi.
4.1
:
Menalar suatu gejala sosial di lingkungan sekitar dengan menggunakan pengetahuan sosiologis.
Indikator:
  1. Mengemukakan latar belakang lahirnya dan sejarah perkembangan Sosiologi.
  2. Mendeskripsikan kajian Sosiologi berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli.
  3. Menggali karakteristik Sosiologi.
  4. Menyimpulkan manfaat Sosiologi untuk memahami berbagai gejala sosial dalam masyarakat.


C.   Materi Pembelajaran

PERTEMUAN I (PERAN IBNU KHALDUN)

Ilmu sosiologi merupakan disiplin ilmu yang termasuk paling muda usianya jika dibanding dengan keberadaan ilmu-ilmu sosial lainnya. Cikal bakal ilmu yang melakukan kajian terhadap interaksi manusia dan masyarakat ini telah diperkenalkan oleh filsuf Ibnu Khaldun (1333–1406), seorang guru besar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir sejak abad XIV. Namun ketika itu, memang belum tercetus istilah nama ‘Sosiologi’ sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat secara khusus.

Istilah Sosiologi sendiri sebagai ilmu yang khusus mengkaji tentang interaksi manusia dan masyarakat baru ditemukan pada tahun 1839 oleh filsuf Auguste Comte dari Perancis (di dalam bukunya Cours de philosophie Positive, Jilid ke-4) untuk merujuk pada ilmu yang dikembangkannya tentang kehidupan sosial masyarakat. Itulah sebabnya Auguste Comte diakui secara umum sebagai ‘Bapak Sosiologi’.


PERTEMUAN II (PERKEMBANGAN SOSIOLOGI)

Perkembangan sosiologi pada awalnya dibentuk oleh kondisi perubahan sosial di lingkungan masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya, kondisi perubahan sosial itulah yang menjadi salah satu dari sekian banyak fokus kajian lainnya. Menurut Berger dan Berger (dalam Sunarto, 2008) hal yang melatarbelakangi perkembangan sosiologi adalah pemikiran sosiologi berkembang di saat masyarakat menghadapi berbagai ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya demikian, benar, nyata, dan menghadapi apa yang disebut threats to the taken-for-granted world. Manakala hal yang sebelumnya menjadi pegangan manusia mengalami krisis, maka mulailah ia melakukan perenungan tentang kehidupan sosialnya.

L. Laeyendecker (1983) mengaitkan kelahiran Sosiologi dengan serangkaian perubahan berjangka panjang yang melanda Eropa Barat di abad pertengahan, yaitu:
1)     Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15.
2)     Perubahan di bidang sosial dan politik.
3)     Perubahan berkenaan dengan reformasi Martin Luther.
4)     Meningkatnya individualisme.
5)     Lahirnya ilmu pengetahuan modern.
6)     Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri.

PERTEMUAN III (KELAHIRAN SOSIOLOGI MODERN DAN PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI INDONESIA)

Sosiologi modern tumbuh pesat di Benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada pada permulaan abad ke-20. Gelombang besar imigran yang mulai berdatangan ke Amerika Utara dan berakibat pada meningkatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain-lain sebagai konsekuensi dari gejolak sosial tersebut. Oleh sebab itu, para ilmuwan sosial berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama dari Eropa sudah tidak relevan lagi.

Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Pendekatan sosiologi modern lebih mengarah kepada pendekatan mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial yang ada. Berdasarkan fakta sosial tersebut, dapat menarik kesimpulan tentang perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam ilmu sosiologi.

Perkembangan sosiologi yang sangat pesat menyebar sebagai ilmu pengetahuan, menjadikan ilmu sosiologi sebagai ilmu yang dipelajari oleh jutaan orang di dunia termasuk Indonesia. Pada masa sebelum Perang Dunia II, Sekolah Tinggi Hukum (Rechts Hogeschool) di Jakarta memulai perkuliahan sosiologi. Meskipun saat itu orientasi pengajaran ilmu sosiologi masih berkisar tentang filsafat dan teori-teori sosial umum.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1948, seorang sarjana Indonesia bernama Soenario Kolopaking menjadi orang yang pertama kali memberikan kuliah sosiologi di Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta (kemudian dilebur ke dalam Universitas Gadjah Mada dan menjadi cikal bakal Fakultas Sosial dan Politik). Akan tetapi, ilmu sosiologi baru mulai dikembangkan secara intensif di Indonesia pada tahun 1950 oleh beberapa ilmuan muda Indonesia yang mendalami ilmu sosiologi di Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

Sebagian dari ilmuwan muda tersebut, memublikasikan sejumlah karyanya yang bercorak sosiologi. Contohnya adalah Mr. Djody Gondokusumo (Sosiologi Indonesia), Hassan Shadily (Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia), Mayor Polak (Sosiologi, Suatu Pengantar Ringkas), dan Selo Soemardjan (Social Changes in Jogjakarta dan Setangkai Bunga Sosiologi). Melalu jasa mereka, akhirnya sosiologi menjadi suatu disiplin ilmu yang semakin dikenal di Indonesia. Berkat ketekunan dan komitmen dari Selo Soemardjan dalam mengembangkan ilmu sosiologi di Indonesia, maka beliau pun dijuluki sebagai “Bapak Sosiologi Indonesia”.
PERTEMUAN IV (PENGERTIAN SOSIOLOGI)

Berikut ini kutipan pendapat sejumlah ahli mengenai definisi sosiologi.
·         Auguste Comte
Sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang masyarakat. Sosiologi berupaya memahami kehidupan bersama manusia, sejauh kehidupan itu bisa ditinjau atau diamati melalui metode empiris. Masyarakat dipandang sebagai unit dasar analisis dalam sosiologi, sedangkan varian lainnya, seperti keluarga, politik, pendidikan, agama, ekonomi, maupun interaksinya merupakan subanalisis. Adapun yang menjadi fokus perhatian sosiologi adalah manusia dalam konteks sosial. Harapan Comte adalah ilmu sosiologi dapat menjadi “ratu ilmu-ilmu sosial”. Dalam bayangan Comte mengenai hirarki ilmu, sosiologi suatu saat nanti dapat menempati kedudukan teratas dalam tangga ilmu pengetahuan, melampaui ilmu astronomi, fisika, kimia, dan biologi.
·         Allan Johnson
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial, sekaligus bagaimana sistem tersebut mempengaruhi individu/kelompok dan sebaliknya bagaimana individu/kelompok yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem sosial tersebut.
·         Berger dan Kellner
Sosiologi adalah suatu ilmu yang selalu mencoba menguak dan mem­bongkar apa yang tersembunyi (latent) di balik realitas nyata (manifest), karena sosiologi berkeyakinan bahwa “dunia bukanlah sebagaimana nampaknya”. Dunia yang sebenarnya baru bisa dipahami jika dikaji secara mendalam dan diinterpretasikan.
·         Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah suatu ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah, lembaga, kelompok, dan lapisan sosial. Untuk proses sosial yang lain ialah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
·         Soerjono Soekanto
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses so­sial termasuk perubahan-perubahan sosial dan masalah-masalah sosial.


PERTEMUAN V (KARAKTERISTIK SOSIOLOGI)

Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan karena mengembangkan suatu kerangka pengetahuan (knowledge) yang tersusun secara sistematis, teruji kebenarannya melalui penelitian, dan semua asumsi-asumsinya mengacu pada fakta maupun pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Harry M. Johnson menguraikan sejumlah karakteristik pokok sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.
·         Empiris,
·         Teoretis,
·         Kumulatif, dan
·         Non etis.


D.  Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran disarati tanya-jawab dan diskusi kelompok. Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific) menggunakan model kelompok diskusi yang berbasis masalah (problem-based learning). 



E.   Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
1.  Media                           :           Koran, Power Point, Video Pembelajaran,
Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang akan digunakan pada Pertemuan V
2.  Alat/Bahan                 :           LCD, Laptop, Modem
3.  Sumber Belajar          :           MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X
                                                      (Bailmu, 2016) dan buku Pengantar Sosiologi


















F.   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN I (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang peran Ibnu Khaldun dalam memperkenalkan sejumlah prinsip untuk mempelajari masyarakat.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK  JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan prinsip-prinsip yang diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun dalam mempelajari masyarakat.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 3-4 serta Koran yang telah dipersiapkan.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang relevansi prinsip-prinsip yang diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun dalam mempelajari masyarakat modern saat ini.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (masing-masing kelompok mengkaji relevansi prinsip-prinsip yang diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun dalam mempelajari masyarakat modern saat ini, dengan memberikan contoh-contoh aktual dari Koran yang telah dipersiapkan atau pun penelusuran internet).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit







5    menit



10 menit









30 menit































15 menit




Penutup
1.    Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.     Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.     Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.     Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.     Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.     Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit








PERTEMUAN II (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang sejarah perkembangan Sosiologi.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan serangkaian perubahan berjangka panjang yang melanda Eropa Barat di abad pertengahan serta kekuatan-kekuatan sosial yang mendorong lahirnya Sosiologi.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 5-7 serta buku Pengantar Sosiologi.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang faktor-faktor pendorong lahirnya Sosiologi menurut L. Laeyendecker dan George Ritzer.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (masing-masing kelompok menggali lebih mendalam tentang serangkaian perubahan berjangka panjang yang melanda Eropa Barat di abad pertengahan serta kekuatan-kekuatan sosial, untuk mengaitkannya secara lebih konkret dengan kelahiran Sosiologi).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.  Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.  Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit











30 menit































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit









PERTEMUAN III (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang kelahiran Sosiologi modern.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan kelahiran Sosiologi modern di benua Amerika.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 7-8 serta buku Pengantar Sosiologi.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang perkembangan Sosiologi di Indonesia dan provinsi domisili sekolah.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah didukung data dan fakta.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (ada kelompok yang memaparkan mengenai perkembangan Sosiologi di Indonesia, ada kelompok yang menyampaikan mengenai perkembangan Sosiologi di provinsi domisili sekolah).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit








30 menit





























15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit













PERTEMUAN IV (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang definisi Sosiologi menurut para ahli dan menyajikan Video Pembelajaran (Original Video) yang telah dipersiapkan.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan definisi Sosiologi menurut para ahli.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 8-10 serta buku Pengantar Sosiologi.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang hal-hal konkret yang dipelajari dalam Sosiologi sesuai definisi dari para ahli.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah didukung fakta serta argumentasi ilmiah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (ada kelompok yang memaparkan hal-hal konkret yang dipelajari dalam Sosiologi menurut Auguste Comte, ada kelompok yang menyampaikan mengenai hal-hal konkret yang dipelajari dalam Sosiologi menurut Allan Johnson, dan seterusnya).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit







5    menit




10 menit








30 menit































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit










PERTEMUAN V (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang karakteristik Sosiologi.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan karakteristik Sosiologi menurut Harry M. Johnson.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 13-14 serta buku Pengantar Sosiologi.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang karakteristik Sosiologi dan meminta siswa untuk memberi bukti atau fakta guna mendukung kebenaran karakteristik Sosiologi.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah didukung fakta serta argumentasi ilmiah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (ada kelompok yang memaparkan bukti atau fakta yang mendukung karakteristik ‘empiris’ dari Sosiologi, ada kelompok yang menyampaikan mengenai fakta pendukung karakteristik ‘teoretis’ dari Sosiologi, dan seterusnya).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit








30 menit
































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan LAS (Lembar Aktivitas Siswa) sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit











G.  Penilaian
  1. Jenis/teknik Penilaian
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap
a.       Terlibat aktif dalam pembelajaran.
b.      Bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
c.       Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
Pengamatan
Selama pembelajaran dan saat diskusi/presentasi
2.


Pengetahuan
a.    Menelusuri latar belakang lahirnya dan sejarah perkembangan Sosiologi.
b.    Menjelaskan pengertian Sosiologi menurut pendapat para ahli.
c.     Menjelaskan karakteristik Sosiologi.

Pengamatan dan tes

Penyelesaian tugas individu dan kelompok
3.

Keterampilan
a.     Mengemukakan latar belakang lahirnya dan sejarah perkembangan Sosiologi.
b.     Mendeskripsikan kajian Sosiologi berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli.
c.      Menggali karakteristik Sosiologi.
d.     Menyimpulkan manfaat Sosiologi untuk memahami berbagai gejala sosial dalam masyarakat.

Pengamatan

Penyelesaian tugas (baik individu maupun kelompok) dan saat diskusi/presentasi


  1. Instrumen Penilaian
Alternatif instrumen penilaian yang dapat dipergunakan adalah menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
PERTEMUAN I
1)     Jelaskan asumsi dasar pemikiran Ibnu Khaldun!
PERTEMUAN II
1)     Jelaskan perubahan di bidang sosial dan politik yang mendorong lahirnya Sosiologi!
2)     George Ritzer menyebutkan bahwa berkembangnya ilmu Sosiologi didorong oleh sejumlah kekuatan sosial. Jelaskan mengenai hal tersebut!
PERTEMUAN III
1)     Sebutkan sejumlah ilmuwan muda yang pertama kali mempublikasikan karya-karya bercorak Sosiologi!

PERTEMUAN IV
1)     Jelaskan definisi Sosiologi menurut Berger dan Kellner!
2)     Jelaskan definisi Sosiologi menurut J. A. A. Van Doorn dan C. J. Lammers!
PERTEMUAN V
1)     Apakah yang dimaksud dengan karakteristik ’empiris’ Sosiologi?
2)     Apakah yang dimaksud dengan karakteristik ’non etis’ Sosiologi?

  1. Pedoman Penskoran
Alternatif Penyelesaian
PERTEMUAN I
1)     Jelaskan asumsi dasar pemikiran Ibnu Khaldun!
Jawaban:
Pemikiran Ibnu Khaldun bertolak dari asumsi dasar bahwa manusia adalah makhluk sosial. Oleh sebab itu, keberadaan kelompok atau organisasi sosial menjadi sangat penting. Mengapa demikian? Karena menurutnya, manusia hanya dapat berkembang sebagai makhluk sosial dan politik dalam kerangka organisasi sosial.
                                                                                                …………………… Skor 100
            Total Skor : 100

PERTEMUAN II
1)     Jelaskan perubahan di bidang sosial dan politik yang mendorong lahirnya Sosiologi!
Jawaban:
Perubahan di bidang sosial dan politik berawal dari maraknya eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal mengakibatkan pergeseran dalam hubungan kekuasaan politik, yang ditandai dengan merosotnya pengaruh dari kalangan rohaniawan dan bangsawan, serta penghapusan hak-hak istimewa pada kalangan tersebut.                                                                                                   …………………… Skor 50
2)     George Ritzer menyebutkan bahwa berkembangnya ilmu Sosiologi didorong oleh sejumlah kekuatan sosial. Jelaskan mengenai hal tersebut!
Jawaban:
George Ritzer menyebutkan bahwa berkembangnya ilmu Sosiologi didorong oleh sejumlah kekuatan sosial, di antaranya revolusi politik, revolusi industri, tumbuhnya kapitalisme, perubahan keagamaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan.             …………………… Skor 50
           
Total Skor : 100



PERTEMUAN III
1)     Sebutkan sejumlah ilmuwan muda yang pertama kali mempublikasikan karya-karya bercorak Sosiologi!
Jawaban:
Sejumlah ilmuwan muda yang pertama kali mempublikasikan karya-karya bercorak Sosiologi adalah Mr. Djody Gondokusumo (Sosiologi Indonesia), Hassan Shadily (Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia), Mayor Polak (Sosiologi, Suatu Pengantar Ringkas), dan Selo Soemardjan (Social Changes in Jogjakarta dan Setangkai Bunga Sosiologi). Melalu jasa mereka, akhirnya sosiologi menjadi suatu disiplin ilmu yang semakin dikenal di Indonesia.                …………………… Skor 100
            Total Skor : 100

PERTEMUAN IV
1)     Jelaskan definisi Sosiologi menurut Berger dan Kellner!
Jawaban:
Menurut Berger dan Kellner, Sosiologi adalah suatu ilmu yang selalu mencoba menguak dan mem­bongkar apa yang tersembunyi (latent) di balik realitas nyata (manifest), karena sosiologi berkeyakinan bahwa “dunia bukanlah sebagaimana nampaknya”. Dunia yang sebenarnya baru bisa dipahami jika dikaji secara mendalam dan diinterpretasikan.                                                                     …………………… Skor 50

2)     Jelaskan definisi Sosiologi menurut J. A. A. Van Doorn dan C. J. Lammers!
Jawaban:
Menurut J. A. A. Van Doorn dan C. J. Lammers, Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.            …………………… Skor 50
                       
Total Skor : 100

PERTEMUAN V
1)     Apakah yang dimaksud dengan karakteristik ’empiris’ Sosiologi?
Jawaban:
Empiris bermakna bahwa Sosiologi didasarkan pada pengamatan atau observasi terhadap kenyataan dengan menggunakan akal sehat. Dengan demikian, hasilnya pun tidak spekulatif (tidak menduga-duga). Sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.
                                                                        …………………… Skor 50

2)     Apakah yang dimaksud dengan karakteristik ’non etis’ Sosiologi?
Jawaban:
Non Etis bermakna bahwa Sosiologi tidak pernah mempersoalkan baik buruknya suatu fakta ter­tentu, sebab sosiologi adalah ilmu yang bebas nilai (value-free science). Sosiologi hanya bertujuan untuk menjelaskan fakta secara analitis meng­gunakan teori dan konsep yang dimilikinya.
                                                                        …………………… Skor 50
Total Skor : 100


TUGAS KELOMPOK:

PERTEMUAN I
Halaman 4 pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X.

PERTEMUAN II
Halaman 7 pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X.

PERTEMUAN III
Halaman 8 pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X.

PERTEMUAN IV
Halaman 10 pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X.

PERTEMUAN V
Lakukan penelusuran media cetak (koran, majalah). Kumpulkan 10 (sepuluh) artikel yang menunjukkan bahwa sosiolog senantiasa mempertahankan karakteristik non etis saat mengkaji atau mengulas suatu gejala sosial dalam masyarakat!







Mengetahui                                                                Medan, 16 Juli 2018
Kepala SMAN 3 MEDAN                                           Guru Bidang Studi




Elfi Sahara, S.Pd, M.Si                                            Ikhwan Rivai P, M.Si



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan    : SMAN 3 Medan
Mata Pelajaran          : Sosiologi
Kelas/Semester         : X/1
Materi Pokok             : Fungsi Sosiologi dalam Mengkaji Gejala Sosial
Alokasi Waktu           : 5 pertemuan (@ 2 x 45 menit)

A.  Kompetensi Inti (KI)
KI 1
:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
:
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
:
Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator
3.1
:
Memahami pengetahuan dasar Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berfungsi untuk mengkaji gejala sosial di masyarakat.
Indikator:
  1. Menjelaskan hakikat Sosiologi.
  2. Menjelaskan obyek kajian Sosiologi menurut tokoh-tokoh Sosiologi klasik.
4.1
:
Menalar suatu gejala sosial di lingkungan sekitar dengan menggunakan pengetahuan sosiologis.
Indikator:
  1. Mengemukakan hakikat Sosiologi untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana Sosiologi sesungguhnya.
  2. Mendeskripsikan obyek kajian Sosiologi berdasarkan pandangan para tokoh Sosiologi klasik.
  3. Menyimpulkan manfaat Sosiologi untuk memahami berbagai gejala sosial dalam masyarakat.


C.   Materi Pembelajaran

PERTEMUAN I (HAKIKAT SOSIOLOGI)

Apabila ditinjau dari hakikatnya, dapat dikemukakan beberapa petunjuk untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana sosiologi sesungguhnya. Berikut adalah penjelasan hakikat dari sosiologi.
·         Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari objek kajian. Sosiologi membahas gejala-gejala sosial kemasyarakatan. Berbeda dengan ilmu pengetahuan alam (mengkaji gejala-gejala alam) maupun ilmu pengetahuan kerohanian (berfokus pada keyakinan dan spiritualitas manusia).
·         Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu normatif, melainkan kategoris. Artinya, sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dan bukan berbicara mengenai apa yang seharusnya terjadi. Dengan demikian, sosiologi menghindarkan diri dari memberikan penilaian atau mengarahkan perkembangan masyarakat.
·         Sosiologi merupakan ilmu murni (pure science) dan bisa juga menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science) seperti yang dikemukakan oleh Horton dan Hunt. Bahwa ilmu sosiologi mampu menggunakan pengetahuan ilmiahnya untuk memecahkan ma­salah sosial yang perlu ditanggulangi.
·         Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak. Jadi, hal yang perlu diperhatikan adalah pengertian, bentuk, dan pola umum dari fenomena ataupun realitas sosial.
·         Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan po­la-pola umum. Sosiologi melakukan penelitian untuk mengungkap prin­sip umum dari berbagai proses sosial.
·         Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Konsep, asumsi, dan teori dalam sosiologi diperoleh melalui serangkaian kegiatan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.
·         Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum bukan khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala yang umum ada pada setiap interaksi di an­tara manusia.






PERTEMUAN II (OBYEK KAJIAN SOSIOLOGI MENURUT AUGUSTE COMTE)

Auguste Comte merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi penting bagi perkembangan sosiologi dengan filsafat positivismenya. Pemikiran tersebut dikemukakan oleh Comte dalam bukunya Cours de philosophie Positive. Comte memandang bahwa sejarah kemajuan manusia akan melewati tiga jenjang yang bertahap dan meningkat.

Auguste Comte menambahkan bahwa sosiologi juga mempelajari statika sosial (social statics), yakni kajian terhadap tatanan sosial, dinamika sosial (social dynamics), kemajuan dan perubahan sosial. Sosiologi adalah suatu bidang ilmu yang didasarkan pada metode positif (positivism). Itu sebabnya, sosiologi merupakan ilmu yang kadar ilmiahnya sama dengan ilmu pengetahuan alam yang telah terlebih dahulu ada.


PERTEMUAN III (OBYEK KAJIAN SOSIOLOGI MENURUT EMILE DURKHEIM)

Emile Durkheim merupakan salah satu tokoh sosiologi klasik yang menyatakan bahwa pokok pembahasan sosiologi adalah fakta sosial. Hal ini tertulis dalam bukunya yang berjudul Rules of Sociological Method (1965). Fakta sosial tersebut mengacu pada cara-cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu, mempunyai kekuatan memaksa, dan mengendalikan individu tersebut. Dalam bukunya yang berjudul Rules of Sociological Method (1965), Durkheim mengatakan bahwa bunuh diri juga dapat disebabkan oleh fakta sosial atau kekuatan yang berada di luar individu.


PERTEMUAN IV (OBYEK KAJIAN SOSIOLOGI MENURUT MAX WEBER)

Tokoh sosiologi klasik lainnya adalah Max Weber. Max Weber menguraikan bahwa sosiologi mempelajari dan berupaya memahami tindakan sosial hingga dapat mengungkap arah maupun dampaknya. Adapun yang dimaksud dengan tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain. Masih sejalan dengan pemikiran mengenai tindakan sosial, Max Weber juga memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman) yang berupa­ya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penun­tun perilaku manusia.


PERTEMUAN V (OBYEK KAJIAN SOSIOLOGI MENURUT KARL MARX)

Karl Marx merupakan seorang filsuf Yahudi-Jerman yang mengemukakan bahwa objek kajian sosiologi adalah kelas sosial dan konflik sosial. Menurut Karl Marx masyarakat terdiri atas kelas-kelas yang memiliki perbedaan kepentingan, sehingga sangat rentan terjadi konflik. Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis yang menganggap konflik antarkelas sosial sebagai inti sari perubahan dalam perkembangan masyarakat.

Marx banyak menyinggung mengenai hubungan produksi antara majikan atau kapitalis (borjuis) dengan buruh (proletariat). Secara khusus hubungan produksi adalah hubungan-hubungan yang melibatkan semua pihak dalam aktivitas-aktivitas produksi. Hubungan-hubungan tersebut terbentuk dari kepemilikan ekonomis atas kekuatan produktif di mana para kapitalis memiliki alat produksi, sementara para buruh hanya memiliki tenaga untuk mereka bekerja.


D.  Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran disarati tanya-jawab dan diskusi kelompok. Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific) menggunakan model kelompok diskusi yang berbasis masalah (problem-based learning). 



E.   Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
1.  Media                           :           Koran, Power Point, Lembar Aktivitas Siswa
(LAS) yang akan digunakan pada Pertemuan V
2.  Alat/Bahan                 :           LCD, Laptop, Modem
3.  Sumber Belajar          :           MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X
                                                      (Bailmu, 2016) dan buku Pengantar Sosiologi

















F.   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN I (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang hakikat Sosiologi.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.             Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.             Guru dan siswa menetapkan hakikat Sosiologi menurut Soerjono Soekanto serta Horton dan Hunt.
6.             Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.             Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 14 serta buku Pengantar Sosiologi.
8.             Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang hakikat Sosiologi dan meminta siswa untuk memberi bukti atau fakta guna mendukung kebenaran hakikat Sosiologi.
9.             Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah didukung fakta serta argumentasi ilmiah.
10.        Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.        Siswa mempresentasikan hasil karyanya (ada kelompok yang memaparkan bukti atau fakta yang mendukung hakikat Sosiologi sebagai suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian, ada kelompok yang menyampaikan mengenai fakta pendukung hakikat Sosiologi sebagai disiplin ilmu kategoris, dan seterusnya).
12.        Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.        Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.        Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.        Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit









30 menit



































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit






PERTEMUAN II (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang obyek kajian Sosiologi menurut Auguste Comte.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan statika sosial dan dinamika sosial dalam masyarakat sebagai bagian obyek kajian Sosiologi menurut Auguste Comte.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.             Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 15 serta Koran yang telah dipersiapkan.
8.             Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang relevansi statika sosial dan dinamika sosial yang diperkenalkan oleh Auguste Comte dalam mempelajari masyarakat modern saat ini.
9.             Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah.
10.         Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.         Siswa mempresentasikan hasil karyanya (masing-masing kelompok mengkaji relevansi statika sosial dan dinamika sosial yang diperkenalkan oleh Auguste Comte dalam mempelajari masyarakat modern saat ini, dengan memberikan contoh-contoh aktual dari Koran yang telah dipersiapkan atau pun penelusuran internet).
12.         Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.         Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.        Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.        Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit










30 menit


































15 menit




Penutup
1.    Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.     Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.     Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.     Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.     Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.     Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit








PERTEMUAN III (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang obyek kajian Sosiologi menurut Emile Durkheim.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan fakta sosial dalam masyarakat sebagai obyek kajian Sosiologi menurut Emile Durkheim.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 15-16 serta Koran yang telah dipersiapkan.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang relevansi fakta sosial yang diperkenalkan oleh Emile Durkheim dalam mempelajari masyarakat modern saat ini.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (masing-masing kelompok mengkaji relevansi fakta sosial yang diperkenalkan oleh Emile Durkheim dalam mempelajari masyarakat modern saat ini, dengan memberikan contoh-contoh aktual dari Koran yang telah dipersiapkan atau pun penelusuran internet).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit









30 menit































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit











PERTEMUAN IV (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang obyek kajian Sosiologi menurut Max Weber.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan tindakan sosial dalam masyarakat sebagai obyek kajian Sosiologi menurut Max Weber.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 16-17 serta Koran yang telah dipersiapkan.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang relevansi tindakan sosial yang diperkenalkan oleh Max Weber dalam mempelajari masyarakat modern saat ini.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (masing-masing kelompok mengkaji relevansi tindakan sosial yang diperkenalkan oleh Max Weber dalam mempelajari masyarakat modern saat ini, dengan memberikan contoh-contoh aktual dari Koran yang telah dipersiapkan atau pun penelusuran internet).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit









30 menit































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan tugas kelompok sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit











PERTEMUAN V (2 x 45 menit)

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.      Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.      Siswa menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
3.      Siswa menerima informasi tentang standar kompetensi, indikator, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran  serta metode yang akan dilaksanakan.
5 menit
Inti
MENGAMATI
1.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
2.        Guru menyampaikan sekilas tentang obyek kajian Sosiologi menurut Karl Marx.

MENANYA
3.        Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.

MEMBENTUK JEJARING
4.        Membentuk kelompok-kelompok belajar.

MENALAR
5.        Guru dan siswa menetapkan kelas sosial dan konflik sosial dalam masyarakat sebagai obyek kajian Sosiologi menurut Karl Marx.
6.        Guru mengupayakan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

MENCOBA
7.        Siswa melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi dari berbagai sumber. Sebagai rujukan utama, siswa disarankan untuk mengamati dan mencermati uraian pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL hal. 17 serta Koran yang telah dipersiapkan.
8.        Guru membantu pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk berpikir tentang relevansi kelas sosial dan konflik sosial yang diperkenalkan oleh Karl Marx dalam mempelajari masyarakat modern saat ini.
9.        Siswa menawarkan penjelasan dalam bentuk pemecahan masalah.
10.    Guru mendorong agar siswa dapat menyampaikan semua ide yang dimiliki dalam upaya pemecahan masalah.
11.    Siswa mempresentasikan hasil karyanya (masing-masing kelompok mengkaji relevansi kelas sosial dan konflik sosial yang diperkenalkan oleh Karl Marx dalam mempelajari masyarakat modern saat ini, dengan memberikan contoh-contoh aktual dari Koran yang telah dipersiapkan atau pun penelusuran internet).
12.    Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain atau pun siswa lain yang memiliki pendapat maupun ide yang berbeda untuk mengemukakan gagasannya.
13.    Guru memberi penguatan kepada hasil karya siswa. Apabila ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka guru wajib memberikan arahan.

MENALAR
14.    Siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.
15.    Guru mendorong siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

5    menit





5    menit




10 menit









30 menit
































15 menit




Penutup
1.        Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
2.        Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dengan membuat catatan penguasaan materi.
3.        Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
4.        Siswa saling memberikan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran yang telah dicapai.
5.        Guru memberikan LAS (Lembar Aktivitas Siswa) sebagai pelatihan keterampilan.
6.        Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
20 menit










G.  Penilaian
  1. Jenis/teknik Penilaian
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap
a.       Terlibat aktif dalam pembelajaran.
b.      Bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
c.       Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
Pengamatan
Selama pembelajaran dan saat diskusi/presentasi
2.


Pengetahuan
a.     Menjelaskan hakikat Sosiologi.
b.     Menjelaskan obyek kajian Sosiologi menurut tokoh-tokoh Sosiologi klasik.

Pengamatan dan tes

Penyelesaian tugas individu dan kelompok
3.

Keterampilan
a.    Mengemukakan hakikat Sosiologi untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana Sosiologi sesungguhnya.
b.    Mendeskripsikan obyek kajian Sosiologi berdasarkan pandangan para tokoh Sosiologi klasik.
c.     Menyimpulkan manfaat Sosiologi untuk memahami berbagai gejala sosial dalam masyarakat.

Pengamatan

Penyelesaian tugas (baik individu maupun kelompok) dan saat diskusi/presentasi


  1. Instrumen Penilaian
Alternatif instrumen penilaian yang dapat dipergunakan adalah menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:
PERTEMUAN I
1)     Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu normatif, melainkan kategoris. Jelaskan mengenai hal ini!
PERTEMUAN II
1)     Bagaimanakah perkembangan manusia pada Jenjang Teologi?
2)     Mengapa Sosiologi dapat dikatakan merupakan ilmu yang kadar ilmiahnya sama dengan ilmu pengetahuan alam?
PERTEMUAN III
1)     Apakah yang dimaksud dengan ’fakta sosial’?
PERTEMUAN IV
1)     Apakah yang dimaksud dengan ’tindakan rasional instrumental’?
2)     Apakah yang dimaksud dengan ’tindakan tradisional’?
PERTEMUAN V
1)     Apakah yang dimaksud dengan ’pendekatan materialisme dialektis’?
2)     Apakah yang dimaksud dengan ’hubungan produksi’?

  1. Pedoman Penskoran
Alternatif Penyelesaian
PERTEMUAN I
1)     Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu normatif, melainkan kategoris. Jelaskan mengenai hal ini!
Jawaban:
Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu normatif, melainkan kategoris. Artinya, sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dan bukan berbicara mengenai apa yang seharusnya terjadi. Dengan demikian, sosiologi menghindarkan diri dari memberikan penilaian atau mengarahkan perkembangan masyarakat.
                                                                                                …………………… Skor 100
            Total Skor : 100

PERTEMUAN II
1)     Bagaimanakah perkembangan manusia pada Jenjang Teologi?
Jawaban:
Pada Jenjang Teologi, manusia mencoba menjelaskan gejala yang terjadi di sekitarnya dengan mengacu pada hal yang bersifat adikodrati. Pada tahap ini manusia mempercayai adanya dewa-dewa atau penguasa alam semesta yang menciptakan dan mengendalikan seluruh segi kehidupannya.                                                 …………………… Skor 50
2)     Mengapa Sosiologi dapat dikatakan merupakan ilmu yang kadar ilmiahnya sama dengan ilmu pengetahuan alam?
Jawaban:
Sosiologi adalah suatu bidang ilmu yang didasarkan pada metode positif (positivism). Itu sebabnya, sosiologi merupakan ilmu yang kadar ilmiahnya sama dengan ilmu pengetahuan alam yang telah terlebih dahulu ada.                                                          …………………… Skor 50
           
Total Skor : 100

PERTEMUAN III
1)     Apakah yang dimaksud dengan ’fakta sosial’?
Jawaban:
Fakta sosial tersebut mengacu pada cara-cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu, mempunyai kekuatan memaksa, dan mengendalikan individu tersebut.                                                                                                               …………………… Skor 100
            Total Skor : 100

PERTEMUAN IV
1)     Apakah yang dimaksud dengan ’tindakan rasional instrumental’?
Jawaban:
Tindakan rasional instrumental adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan dan pilihan logis sehubungan dengan tu­juan tindakan dan ketersediaan alat yang dapat dipergunakan untuk membantu pencapaiannya.                          …………………… Skor 50

2)     Apakah yang dimaksud dengan ’tindakan tradisional’?
Jawaban:
Tindakan tradisional adalah suatu tindakan yang dilakukan hanya karena kebiasaan tanpa menyadari alasan dan tanpa perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan serta cara yang akan digunakan.                                                                                …………………… Skor 50
                       
Total Skor : 100

PERTEMUAN V
1)     Apakah yang dimaksud dengan ’pendekatan materialisme dialektis’?
Jawaban:
Pendekatan materialisme dialektis menganggap konflik antarkelas sosial sebagai inti sari perubahan dalam perkembangan masyarakat.
                                                                        …………………… Skor 50

2)     Apakah yang dimaksud dengan hubungan produksi?
Jawaban:
Hubungan produksi adalah hubungan-hubungan yang melibatkan semua pihak dalam aktivitas-aktivitas produksi. Hubungan-hubungan tersebut terbentuk dari kepemilikan ekonomis atas kekuatan produktif di mana para kapitalis memiliki alat produksi, sementara para buruh hanya memiliki tenaga untuk mereka bekerja.
                                                                        …………………… Skor 50
Total Skor : 100










TUGAS KELOMPOK:

PERTEMUAN I
Halaman 14 pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X.

PERTEMUAN II
Halaman 15 (tentang Hukum Tiga Jenjang dihubungkan dengan masyarakat Indonesia) pada Buku MEMBENTANG FAKTA DUNIA SOSIAL Kelas X.

PERTEMUAN III
Lakukan pengamatan secara berkelompok di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Catatlah 5 (lima) contoh fakta sosial dari hasil pengamatan kelompokmu!

PERTEMUAN IV
Lakukan penelusuran media cetak (koran, majalah). Kumpulkan 10 (sepuluh) artikel yang menunjukkan adanya tindakan tradisional dalam masyarakat!

PERTEMUAN V
Lakukan penelusuran media cetak (koran, majalah). Kumpulkan 10 (sepuluh) artikel yang menunjukkan hubungan produksi antara kelas borjuis dengan kelas proletar!







Mengetahui                                                                Medan, 16 Juli 2018
Kepala SMAN 3 MEDAN                                           Guru Bidang Studi




Elfi Sahara, S.Pd, M.Si                                            Ikhwan Rivai Purba, M.Si


No comments:

Post a Comment

Cerpen "Kita akan tetap bersama" (bagian I)

Poooom....poooom...suara kapal feri yang akan menuju Tomok terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin kuat terdengar mendekati daratan ...