Monday, 29 April 2019

Remaja, Sex dan Cinta

Remaja secara umum bisa dikatakan adalah anak-anak yang masih bersekolah SMP sampai SMA, dengan usia yang secara umum masih sama atau berbeda sedikit, berkisar usia 13 sampai 20 tahun. Usia ini menurut para ahli dinamakan dengan masa transisi dari anak-anak menuju masa Dewasa. Pada usia ini pula secara psikologis mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan secara fisik mengalami banyak perkembangan-perkembangan.
Hasil gambar untuk masa remaja Hasil gambar untuk masa remaja smp

Tulisan ini sebenarnya ingin mengajak para remaja untuk sedikit berdiskusi secara jujur tentang ketertarikan mereka terhadap lawan jenisnya. Pertama saya akan mengajukan pertanyaan yaitu, apa sebenarnya yang membuat kita (remaja) tertarik dengan lawan jenis kita? Fakta di lapangan, menunjukkan bahwa banyak anak SMA yang bergaul seperti biasa dengan lawan jenisnya tanpa ada indikasi bahwa mereka sedang "berpacaran". Tetapi juga terdapat remaja atau anak SMA yang memiliki interaksi berbeda dengan bagaimana para siswa bersosialisasi pada umumnya, artinya indikasi bahwa mereka sedang "pacaran" itu juga kelihatan. 

Sebagai seorang yang mau tidak mau harus memperhatikan tingkah polah para anak SMA, saya memiliki hipotesa atau dugaan sementara bahwa seorang siswa perempuan atau remaja perempuan akan tertarik hatinya dengan lawan jenisnya manakala siswa laki-laki atau remaja laki-laki itu memberikan perhatian kepadanya. Perhatian yang diberikan itu adalah sebuah indikasi bahwa ada "sesuatu" yang si laki-laki inginkan dari perempuana tersebut. Indikasi (tanda-tanda) itu dapat dilihat oleh perempuan. Persoalan apakah respon perempuan itu positif atau negatif itu soal belakangan. Seandainyapun responnya baik atau sesuai dengan apa yang diharapkan oleh si laki-laki, maka ujung-ujungnya mereka akan "berpacaran" atau membina hubungan yang saya tidak bisa menyebutkan hubungan apa namanya itu dan saya hanya menggunakan istilah "pacaran" seperti yang orang-orang ungkapkan. Jikapun respon perempuannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh si laki-laki, maka barangkali yang terjadi adalah si laki-laki tidak akan terus menerus memberikan reaksi yang menunjukkan perhatiannya kepada si perempuan, dan tidak terjadilah yang namanya pacaran tadi.
Hasil gambar untuk masa remaja smpHasil gambar untuk masa remaja smpHasil gambar untuk masa remaja smp malu-maluHasil gambar untuk masa remaja smp bermusuhan

Nah....seandainya antara aksi dan reaksi berbanding lurus, artinya reaksi yang diinginkan dari aksi yang diberikan sesuai, maka pacaranpun berjalan.
Pada saat pacaran berjalan, pola interaksi yang bagaimana yang terjadi di antara mereka? Apakah lantas berbeda dengan bagaimana biasanya mereka berinteraksi? apakah benar ada perasaan yang lebih semangat dalam melakukan aktifitas sehari-hari, atau bahkan menyiksa perasaan? Kemudian seandainyalah kedua insan remaja yang sedang berpacaran ini sedang bertemu di suatu tempat, aktifitas seperti apakah yang mereka inginkan? apakah ingin jalan-jalan dan makan-makan? rasanya sebagai remaja yang belum berpenghasilan hal seperti itu tidak begitu enak dirasa, karena harus mengeluarkan uang,tapi kalau jalan-jalan dan makan-makan sama orang tua malah gak ngeluarin uang. Lalu jika si remaja laki-laki tadi mentraktir ceweknya, barangkali ia akan merasa hebat dan sangat sayang kepada wanitanya, seolah tak perduli berapa duit yang ia keluarkan, atau seolah tak peduli besok ia bakal tak punya jajan...okelah....anggap saja semua berjalan dengan lancar, keduanya sudah jalan-jalan dan makan-makan, lalu apakah aktifitas itu akan selesai? jika ya, seperti itukah pacaran? apakah benar si remaja laki-laki atau perempuan itu tidak menginginkan aktifitas lain selain jalan-jalan dan makan-makan? 
Mari kita jawab dengan jujur....
Jika ya, memang menginginkan aktifitas lain seperti tangannya ingin dipegang, atau pipinya ingin dicium dan sebagainya, apakah buat kalian itu pertanda bahwa kalian saling mencintai? itukah cinta itu?
jika kalian tak pernah disentuhnya selama kalian bersama-sama (pacaran) apakah dalam benak kalian bahwa sebenarnya ia tidak benar-benar mencintai kalian? Atau sebenarnya remaja laki-laki dan perempuan juga menginginkan "sex"? Jika ditanya langsung kepada remajanya kemungkinan besar mereka akan mengatakan tidak! Karena kata "sex" masih sangat tabu buat mereka, walau sesungguhnya aktifitas dan keinginan dalam hatinya menginginkan itu, paling tidak mengarah ke arah itu...
Hasil gambar untuk cinta

Jadi saya kepingin mengetahui....buat kalian sex itu seperti apa? dan cinta itu seperti apa?
Ayo di komen, gak ada masalah buat saya apapun komennya, atau jika kalian segan untuk komen, berikanlah tanda suka atau tidak suka...
komen kalian tak merubah apa-apa kok....
Ini hanya bagian dari bincang-bincang realitas sosial (sosiologi) para remaja.


Saturday, 27 April 2019

Selamat Jalan Kawan...

 Hasil gambar untuk Assyafiiyah Medan
Tulisan ini tergerak dari sesuatu yang melintas dilamunanku. Eh, lamunanku kok terbawa pada kawan-kawan di sekolah, ditambah lagi dengan pertanyaan Pembina yayasan.. Nulis deh...

Tahun 2010, saat sebuah sekolah yang bernama Assyafiiah Internasional tegak berdiri di Jalan Karya Wisata II, aku memandangnya dengan sedikit decak kagum. Warna yang mentereng, bak villa gading, cukuplah untuk membuat silau mata orang yang melihatnya. Sejenak kuberfikir, wah..pasti enak sekali mengajar di tempat ini. Seorang teman mengajakku untuk ikut menjalani aktifitas di gedung sekolah itu. Dengan tidak ragu aku mengiyakannya. Suasana sekolah dan gedung yang keren tentu akan menambah gairah mengajar, fikirku saat itu. Tapi semua harus dimulai dari awal, konsep sekolah, penerimaan tenaga pengajar, promosi dan hal-hal lain yang terkait dengan hidupnya sebuah sekolah. Bersama 4 teman lainnya, kami melakukan itu semua. Tidak ada yang hebat di sana, semua orang juga bisa melakukannya.

Satu demi satu guru mulai berdatangan untuk testing menjadi guru di sekolah itu dan akhirnya terpenuhilah semua guru dengan mata pelajaran yang ada di kurikulum, walaupun beberapa guru harus mengajar di dua unit, dan itu dilakukan agar pendapatan guru itu tidak terlalu kecil. jumlah guru yang dalam kategori sedikit membuat semua saling mengenal dengan baik, dan pola interaksi yang dibangun adalah pola perkawanan, bukan pola interaksi atasan dan bawahan. buatku itu lebih baik karena hormat dan segan tidak tercipta dari sebuah pola hubungan yang organis tetapi yang mekanis. Kedekeatan tercipta dari hal-hal yang remeh temeh, yang kecil dan ringan, bukan dari hal-hal yang besar dan formal. Kurasa sih gitu...

Waktu yang tak mungkin dihentikan terus bergulir, dan seiring dengan itu juga beberapa guru mulai menampakkan jati diri, karakter yang sebenarnya. Proses memang sangat penting untuk memberikan sebuah kenyataan. Nafsu dan ambisi memang selalu hidup dalam kepala manusia. Kondisi dan situasi terkadang memang harus memaksa manusia untuk menafikan nilai-nilai yang sejati. Tapi itulah hidup, dan hidup memang sebuah pilihan. Beberapa guru harus berhenti dengan segala macam alasan yang paling rasional buat mereka. Itu juga pilihan terbaik buat mereka. Patah tumbuh hilang berganti. bergantilah beberapa guru dengan guru lainnya dan tentu wajah-wajah yang baru dan karakter yang baru pula. Bagaimanapun dan siapapun mereka, mereka adalah teman seprofesiku. Kucoba menyapa dengan gaya pertemanan yang sangat cair, sampai orang-orang baru di sekolah itu merasa sangat nyaman di sekolah itu, paling tidak pada saat berteman atau bersosialisasi dengan guru-guru lainnya, karena buat beberapa orang, beradaptasi di tempat yang baru adalah sesuatu yang sangat tidak mengenakkan,tapi itu harus tetap dijalani. Di situlah peran orang lain untuk bisa membantu bagaimana agar proses adaptasi itu bisa segera selesai dan membaur.

Hari demi hari, bulan dan tahun berjalan....wajah-wajah baru terus mengisi sekolah itu, seiring dengan keluarnya wajah-wajah lama dan agak lama, dan itu hal yang lumrah dalam dunia kerja, artinya aku kembali mengenal wajah-wajah baru dan tentunya teman-teman baru. Setiap kali itu terjadi, aku akan berusaha untuk segera membaurkan semuanya agar tak ada yang merasa asing di tempatnya yang baru dan bisa bekerja dengan hati yang nyaman...kira-kira gitulah...hehe

Tapi saat semua sudah berjalan dengan akrab dan penuh senda gurau, aku, dan mungkin kita, harus kehilangan lagi orang-orang yang sudah membuat kita nyaman dengan perkawanan yang sudah terbangun...
Imam Buana(Alm), harus berhenti karena sesuatu hal dan sekarang telah dipanggil Allah Swt dan sedang berproses di Alam yang abadi, semoga Allah swt menempatkanmu di tempat yang baik kawan..
Iwan Candra (Alm), (Mr Cen), yang menyebut dirinya sebagai si lucu 2, juga harus berhenti karena menjalankan tugas di tempat yang jauh, dan akhirnya juga harus meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Tawa, bual, canda dan bahasa bodohnya terkadang masih mengisi ruang interaksi kita di sekolah...Selamat jalan Cen, semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang sudah tentu agak banyak...hmm.
Safarudin (Si lucu 1), yang tak ada kontroversi tentang kelucuannya, harus memilih untuk bertugas di tempat lain dan meninggalkan kita..
Agus, si batak dari sipiongot yang sempat jadi pandai bermain tenis meja dan bermain Bass di sekolah kita ini, bahkan mendapat istri di sekolah ini, juga harus memilih untuk bertugas di tempat yang lain.
Tedi (Sensei), yang kalem dan sok mempesona, tapi asik dan sangat pengertian itu juga harus pergi bertugas ke tempat yang lain. Kembali aku harus kehilangan dia..
Sensei Juli, yang punya suara indah, Dian cipta, anak kebon yang cerdas...hehe, Cut,Ryad,Bobi,dll, dengan gayanya masing-masing. 
Juga beberapa teman lainnya yang tak mengingatkan dan menggerakkan jariku untuk menulisnya,semoga kalian selalu sukses dimanapun berada.

Kini, aku kehilangan lagi Fajar, yang sudah bertugas di tempat lain, yang memotivasi ku terus dengan karya2 di YouTube, thanks Jar...sukses selalu buatmu.
Menyusul Agung, kawan baik yang kini juga memilih tempat lain utk mengabdi, suaranya bagus kalau bernyanyi, Miss u guy....semoga kesuksesan selalu menyertaimu.

Aku kira kawanku Yunan akan tetap bersamaku di sekolah ini, ternyata tidak, ia juga memilih utk beekiprah di tempat lain....aku hargai keputusan itu jika itu yg terbaik buatnya. Good luck Nan... Semoga kesejahteraan kedepannya buatmu. 

Kini, aku juga masih berada di antara kawan-kawan yang baik-baik dan menyenangkan, yang tak pulang kalau masih ditatap matahari, yang tak senang kalau tak mengejek, yang tertawa sampai lupa bahwa itu kantor, yang hampir bengkak jarinya tegesek layar smartphone, yang kadang selalu mengajak aku untuk ngajar di lantai 5, yang teros marah kalau mulai disentuh namanya, apalagi terkait dengan wanita, yang slow tros padahal soal belom siap, yang sangat akomodatif terhadap lagu, yang gak pernah kuat suaranya, yang cerewet tapi kutau dia baik, yang sok tak perduli padahal panikan, yang suka merajuk tapi juga selalu ceria, yang sok intelek walaupun memang iya, yang sok merasa sering dibicarain, dan yang sering bilang bukan ma*r***m...jadi takut awak...hehe. Semuanya itulah yang mengisi sebagian hari-hari kita, dan memahamkan kita bahwa yang heterogen itu bukan cuma etnis, agama, ras, tapi juga karakter...
Karakterlah yang membedakan kita semua dalam memandang dan menyikapi semua hal yang kita hadapi. Ruang mungkin sama, tapi kadang berbeda dalam berbagai hal, yang jelas kita tentu tak ingin menggunting dalam lipatan, menjadi duri dalam daging dan yang senada dengan itu.
Ketika semua sudah melebur, akrab, dan penuh canda tawa, kini ku akan kehilangan kembali atau harus kehilangan kembali kawan-kawan baikku. Dengan berbagai alasan yang paling rasional menurut mereka, perpisahan kembali harus terjadi. Kebersamaan yang sudah tertoreh dalam catatan sejarah kita, harus berhenti karena bukunya sudah habis dan kita akana menggantinya dengan catatan-catatan yang baru, yang mudah-mudah dengan catatan-catatan yang lebih Indah lagi.
Terkhusus buat kawanku yang tidak lagi akan bertugas di Kantor kita ini, kalau tidak salah (Fajar,Pida, Cindy, Rasyid, Agung, Serik), Yunan..eh, enggak ya..Doaku buat kalian semua, semoga kebaikan dan kesejahteraan akan selalu mengiringi kalian.. AMIIN.
Jangan bilang aku gak sedih, aku sedih woy,aku akan merasa kehilangan dan akan merasa seperti ditinggalkan.  Tapi sekali lagi semuanya adalah pilihan dan aku, kita, harus menghormati apa yang sudah menjadi pilihan setiap orang. 

Selamat Jalan Kawan-kawan...yang semangat ya, pandai-pandailah menikmati pekerjaan. Semoga Allah Swt memberikan yang lebih baik buat kalian.

Aku & kawan-kawan SMA.


Amanatku sebagai Pembina Upacara

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat Pagi, Salam sejahtera buat kita semua. Anak-anak sekalian... Satu hal y...