Thursday, 30 May 2019

TV Edukasi (Pengembangan konten TV Edukasi)

Pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang lalu, saya mengikuti pelatihan yang bertajuk "Pendayagunaan Konten TV Edukasi dalam pembelajaran". Acara ini dilaksanakan oleh P4TK (Pustekkom). Kebetulan para pesertanya semua adalah guru baik dari SMA maupun SMK.


Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Salah satu perubahan itu adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang paling konkrit di hadapan kita saat ini adalah Smartphone atau android atau apalah namanya yang merupakan media untuk mengakses internet dengan mudah. Kondisi ini menjadi sebuah dilema bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang masih sekolah, karena dianggap masih kurang mampu menjadikan internet itu sebagai bahan belajar. Hal tersebut dianggap sangat penting karena saat ini kita sedang berhadapan dengan generasi alfa, yaitu generasi yang ketika ia lahir, dunia internet dan kemajuan TIK itu sudah ada. Nah, dasar pemikiran itulah salah satunya yang membuat acara kami ini diadakan, dengan harapan kami yang notabene adalah guru mampu menjadi salah satu garda terdepan yang mendorong para siswa untuk dapat menjadikan internet sebagai bahan belajar buat mereka.

Pendayagunaan TIK bisa dilakukan lewat beberapa cara, yaitu dengan pemanfaatan TV Edukasi. Hasil pelatihan ini nantinya diharapkan akan menjadikan para guru lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran dan memahamkan kepada siswa bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, melainkan ada banyak sumber belajar dan guru dapat hanya menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran tersebut.

Model pemanfaatan TV Edukasi itu dapat dilakukan dalam berbagai cara, misalnya:
1. Streaming, model pembelajaran ini dilakukan dengan menyaksikan siaran langsung dari TV Edukasi, tentu dengan menyesuaikan antara jadwal pembelajaran dengan siaran yang sedang berlangsung.
2. VOD (Video on Demand), pembelajaran ini dilakukan dengan menyaksikan siaran yang sudah berlangsung, misalnya dari youtube, lantas menjadikannya sebagai bahan ajar yang akan didiskusikan.
3. Offline, sedangkana model pembelajaran ini dilakukan dengan cara mendownload terlebih dahulu siaran yang sudah ada dan disesuaikan dengan materi pelajaran, bisa dari TVe atau dari youtube, lalu ditampilkan dikelas dan dijadikan sebagai bahan ajar oleh guru.
4. Blanded, pembelajaran ini dilakukan dengan menggabungkan cara pembelajaran, atau gaya mengajar atau kegiatan belajarnya yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai para siswa.
Hasil gambar untuk TVedukasiHasil gambar untuk TVedukasi

Tv Edukasi ini dikelola oleh Kemendikbud (Pustekkom) sebagai pihak yang melakukan penyeleksian dan penilaian atas konten yang ada di dalam tv edukasi ini. Tv edukasi ini dapat di akses di http://tve.kemdikbud.go.id
Beberapa produk dari Pustekom ini diantaranya adalah :
1. TV Edukasi
2. Radio Edukasi/Suara Edukasi
3. Kuis Kihajar (Kita harus belajar)
4. VOD
5. EnsikloMedia

Hasil gambar untuk ensiklomediaHasil gambar untuk radio edukasiHasil gambar untuk VODHasil gambar untuk Kuis Kihajar

Pada pelatihan yang kami ikuti waktu itu, kami juga diarahkan untuk selanjutnya dapat menjadi content creator pada Tv edukasi tersebut walaupun tidak gampang, harus memiliki kapabilitas yang baik untuk bisa menjadi content creatornya. Fasilitator acara juga memberikan pengajaran bagaimana sebaiknya kami membuat video pembelajaran yang baik agar layak untuk ditonton oleh publik.





Selain dari itu semua, kiranya kami yang hadir ini juga dapat menjadi Agent dalam menyosialisasikan Tv edukasi ini ke masyarakat, terutama kepada anak-anak usia sekolah, agar Tv edukasi ini dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa terus mereka akses di smartphone mereka. Pada muaranya nanti masyarakat secara umum tau bahwa di internet itu tidak hanya ada youtube dan lain sebagainya, tetapi juga ada Tv edukasi yang tidak kalah bermanfaat bagi mereka. 

Sudah pernah lihat belum????
Yok, kita buka sekarang TVE.kemdikbud.go.id

"Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja."

Wednesday, 15 May 2019

Tugas Remedial kelas XI IPS SMAN3 Medan 2018/2019 (genap)

Konflik selalu terjadi dimana-mana dan terjadi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. Banyak sekali faktor penyebab terjadinya konflik itu.
Hal yang kita khawatirkan adalah jangan sampai konflik itu harus menjadikan perpecahan di antara sesama anggota masyarakat.

Tugas yang harus dikerjakan adalah:
Amatilah kondisi masyarakat saat ini. Kemudian tuliskan lah konflik yang sedang terjadi pada masyarakat Indonesia saat ini. Konflik itu bisa kamu jelaskan di berbagai bidang, misalnya politik (apa konfliknya, jelaskan) ekonomi (apa konfliknya, jelaskan), begitu juga dengan bidang lain,  tergantung pengamatant kamu)

Kerjakanlah tugas itu di kertas folio, tulis tangan dan tidak perlu dijilid.
Tugas akan dikumpul setelah ujian semester selesai.

Tugas Remedial kelas X IPS Smantig 2018/2019 (genap)

Banyak gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Gejala-gejala sosial yang negatif merupakan bibit teejadinya masalah sosial. 
Gejala sosial itu juga tidak tercipta dengan sendirinya melainkan ada kontribusi masyarakat itu sendiri. Dengan demikian perlulah ada tindakan-tindakan agar gejala sosial itu tidak berubah menjadi masalah sosial.

Tugas:
 Amatilah daerah sekitar tempat tinggalmu, kemudian  catatlah gejala-gejala sosial negatif yang ada di sana, kemudian telitilah apa yang sudah dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala sosial yang ada di lingkungan tersebut.

Kerjakan lah tugas tersebut dalam kertas folio, tulis tangan dan tidak perlu dijilid.
Tugas akan dikumpulkan setelah ujian semester selesai.

Tuesday, 14 May 2019

Upin & Ipin the movie (Keris Siamang Tunggal)

Situasi yang membuatku tak bisa menolak untuk pergi ke bioskop hanya untuk menonton film Upin Ipin the moivie, yang biasanya tayang di televisi secara berseri. Memang selama ini aku beberapa kali juga menonton film upin ipin di televisi sebagai hiburan. Bahasa Malaysia yang ditampilkan oleh film Upin dan Ipin ini juga menjadi salah satu yang menarik hatiku untuk menontonnya di televisi. Sesuatu yang berbeda memang akan jadi menarik. Beberapa kali aku tonton, tak jarang juga aku harus tertawa menyaksikan cerita konyol dan lucu versi anak kecil ini, sampai-sampai semua teman si Upin dan Ipin juga hampir aku ingat namanya (Mail, Ihsan, Jarjit, Meymey,Fizi, Susanti, dan.....Dzul kalau tidak salah)
Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggalGambar terkait 
Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal raja SiungBudak-budak Malaysia zaman now ini kini mulai menggebrak layar lebar, bioskop-bioskop XXI, dan aku sempat berfikir, ni kurang kerjaan, ngabis-ngabisin duit aja buat film Ipin-Upin ke bioskop. Maka dengan fikiran positifku aku pergi menemani Safa dan Amar ke bioskop untuk menontonnya. aku berfikir bahwa aku pasti masih bisa menikmati film ini, karena ketika di televisi aja aku masih bisa menikmatinya. Begitu lampu bioskop dimatikan dan suara menggelegar muncul diiringi visualisasi yang keren layaknya film animasi versi Hollywood, menampakkan seorang raja (Raja Indraloka) yang dihajar dan akan dibunuh oleh seorang jahat yang sakti dan ingin menguasai kerajaan Indraloka. Tampilan pertama ini cukup menyentak ketertarikanku dan sedikit menegakkan mataku. Ditambah lagi dengan logat Melayu Malaysia yang menambah ciri khas film animasi itu...wow, keren juga fikirku.
Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal raja Siung Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal raja bersiong 
Sekejap wajah Upin dan Ipin muncul, ada rasa seperti kembali pada film aslinya. Bersama teman-temannya Upin dan Ipin memasuki gudang penyimpanan atok, dan mereka menemukan sebuah keris di dalam peti yang disimpan atok, keris itulah yang dinamakan Keris Siamang Tunggal dan disitulah dimulainya cerita petualangan Upin dan Ipin. Keris itulah yang membawa mereka ke sebuah dunia yang berbeda dimana hidup raja durjana (raja Besiong) yang ingin menguasai kerajaan Indraloka. Kisah pertemuan Upin Ipin dan teman-temannya dengan sang Pangeran (anak dari raja Indraloka)memberikan warna tersendiri dalam film itu. Tampilan hutan-hutan nan indah juga digambarkan dalam animasi yang keren itu. 

Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal raja bersiongHasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal raja bersiong 
 Kisah sedih juga terpampang jelas dalam cerita ini ketika Upin dan Ipin harus terpisah karena gejolak yang terjadi dalam perjalanan mereka. Ipin dengan beberapa temannya sedang berada di sebuah kapal karena ada sebuah perayaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mendiami sebuah pulau, dan pada perayaan itu pulalah tertampilkan sebuah hiburan / nyanyian oleh seorang pria yang merupakan panglima kerajaan Indraloka. Ia bernyanyi dengan nyanyian ala Malaysia, dengan gerakan tarian yang sedap dilihat.Tidak ketinggalan juga bela diri silat juga tertampilkan di sana. Sejenak aku terbayang akan film India yang selalu menampilkan nyanyian dan tarian dalam setiap filmnya. Tapi ini punya warna yang berbeda dan menggugah emosi. Sebuah ekspresi budaya Melayu Malaysia yang tetap mereka junjung tinggi walau dalam sebuah karya yang rilis ke dunia perfilman dunia. Di dalam keceriaan itu, Upin yang tadi terpisah bersama beberapa temannya juga terbawa ke arah pesta itu.....dan akhirnya Upin menemukan Ipin di dalam keramaian itu. Kerinduan yang selama ini terpendam di antara mereka, didramatisir sedemikian rupa, di push untuk menontonkan sebuah luapan kerinduan di antara mereka. Ditambah lagi dengan derai airmata di antara mereka ketika akan berpelukan membuat airmata para penonton juga aku yakin mulai meleleh. 

Akhirnya Film animasi itu juga tidak kalah menampilkan pertarungan-pertarungan sengit dengan raja durjana yang akan menguasai Indraloka. Dalam pertempuran itu, aku sedikit membayangkan bahwa teknologi animasi dan 3D mereka sudah maju. Pengerjaannya pasti memakan waktu yang lama, dan hasilnya buatku sangat memuaskan. Pertempuran itu juga digambarkan dengan baik dan tak kalah dengan film-film animasi lain yang pernah kutonton.
 Gambar terkaitHasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal petarungan
Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal petarungan 
Secara umum, film ini cukup memuaskanku sebagai sebuah film anak-anak yang diangkat ke layar lebar. Walaupun menurut analisaku, film ini juga banyak diinspirasi dari beberapa film lain, salah satunya film animasi barat "the crowd". Selain itu film ini juga mampu memadukan beberapa cerita legenda di dalamnya, seperti bawang merah bawang putih, malin kundang kalau di Indonesia, nujum pak belalang, dan beberapa yang aku lupa..
Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal pak belalang Hasil gambar untuk upin ipin keris siamang tunggal pak belalang

Akhirnya aku hanya ingin mengatakan bahwa film ini juga layak ditonton tidak hanya oleh anak kecil, tapi juga orang dewasa bahkan orang tua, karena:
- menampilkan kecintaan akan tanahnya
- kecintaan akan budayanya
- kecintaan kepada saudaranya
- kebenaran akan menemui kemenangan
- persahabatan sejati
- keberanian membela yang benar
- dan yang mungkin tak tertangkap olehku.

Jika ada waktu dan rezeki, sepertinya boleh juga refreshing bareng Upin dan Ipin...hehe. See u

Saturday, 11 May 2019

Perguruan Assyafi'iyah Internasional Medan

Perguruan Assyafi'iyah Internasional Medan, adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di Jalan Karya Wisata II no 1 Medan Johor. Perguruan ini memiliki 5 jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan Sekolah Tinggi, sebagai alternatif bagi para siswa yang telah menyelesaikan sebuah jenjang pendidikan. Perguruan ini resmi beroperasi pada tahun 2010 dengan mencantumkan semangat "Internasional" di belakang nama Assyafi'iyah. 
Hasil gambar untuk perguruan as syafi'iyah medanHasil gambar untuk perguruan as syafi'iyah medan 
Internasional yang diusung perguruan ini bukanlah yang dimaksudkan dengan internasional dalam kategori administrasi seperti yang pernah ada dalam wacana sekolah pada tahun-tahun sebelumnya, karena gelar Internasional telah ditutup secara resmi oleh pemerintah dengan alasannya tersendiri. Internasionalnya Assyafi'iyah salah satunya adalah sebuah semangat yang ingin dihadirkan pada setiap siswa yang belajar di dalamnya untuk senantiasa "Think Globaly, act localy" maksudnya agar para siswa selalu berfikir global, luas, mendunia, berwawasan internasional, tetapi tetap bertindak secara lokal, mengaktualisasikan pengetahuannya di tempat di mana ia berada. Ini perlu diketahui bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman publik terhadap gelar tersebut.

Perguruan Assyafi'iyah dalam prosesnya akan selalu menghadirkan sarana dan prasarana yang modern dan mengikuti perkembangan zaman. Fasilitas belajar, seni dan olahraga yang senantiasa akan terus dibenahi untuk memenuhi sebuah standard proses belajar mengajar yang aman dan nyaman. Sebagai contoh ruang kelas yang difasilitasi dengan AC, infocus dan Locker untuk para siswa yang belajar di kelas. Sarana seni dan olahraga yang terus dibenahi seperti lapangan futsal, basket dan ruang Band untuk para siswa menyalaurkan bakat-bakat mereka. Ini sangat penting karena seorang siswa tidak selamanya menjadi sukses dari mata pelajaran yang dipelajarinya di kelas, tetapi mungkin saja ia akan menjadi suskses dari ekstra kulikuler yang dijalaninya di luar jam intra sekolah. Kegiatan-kegiatan itu semua juga difasilitasi dengan para tenaga pengajar (pelatih) yang mumpuni di bidangnya. 

Hasil gambar untuk perguruan as syafi'iyah medanHasil gambar untuk perguruan as syafi'iyah medan         Hasil gambar untuk perguruan as syafi'iyah medanGambar terkait
                                                              Hasil gambar untuk siswa as syafi'iyah medan                                                 
Selain itu, perguruan Assyafi'iyah Internasional Medan ini juga telah melakukan kerjasama dengan negara seperti Malaysia untuk siap menerima siswa yang berprestasi untuk ikut mengikuti proses belajar-mengajar di Malaysia dan studi banding di sana dengan gratis. Assyafiiyah akan membiayai semuanya.Tidak hanya itu, setiap siswa yang berprestasi juga akan diberangkatkan ke beberapa negara, seperti Singapure atau Thailand sebagai reward atas prestasi yang telah ia capai di sekolah tersebut.

Para tenaga pengajar di Assyafiiyah adalah tenaga pengajar profesional yang telah menyelesaikan pendidikan formalnya sampai S1 dan S2. Para tenaga pengajar juga dalam kurun waktu tertentu akan diikutkan dalam beberapa pelatihan-pelatihan yang dimaksudkan untuk terus meng Up-grade pengetahuannya dan kemampuannya dalam mengajar. Penambahan wawasan kepada guru-guru juga dalam kurun waktu tertentu juga terus diadakan,misalnya dengan mengadakan In House Training dengan tema sesuai dengan kebutuhan guru. Tak lupa juga para motivator juga turut didatangkan guna terus memotivasi para tenaga pengajar agar senantiasa bekerja dengan kesadaran tinggi bahwa mereka adalah seorang guru dengan semua kompetensi yang dimilikinya (Pedagogik, keperibadian, sosial dan profesional), sesuai dengan UU no 14 tahun 2005 pasal 10 ayat 1.

Perguruan Assyafiiyah Internasional medan tetap mengacu pada kurikulum nasional K-13 dengan memberikan porsi yang lebih kepada pelajaran agama sebagai indentitas yang khusus bagi perguruan ini. Hal inilah pada dasarnya yang menjadi salah satu platform (dasar berpijak)bagi perguruan untuk mendirikan sekolah, artinya perguruan ini adalah perguruan yang mengedepankan Keislaman sebagai dasar pendidikannya. Dengan demikian diharapkan nantinya para siswa yang keluar dari sekolah di Perguruan Assyafiiyah ini telah memiliki dasar agama yang kuat, atau minimal ia telah mendapatkan sesuatu yang bersifat keislaman yang belum pernah ia dapatkan atau sebelumnya ia belum mampu. Misalnya hafalan qur'an / tahfiz, seni baca alquran, pelatihan manasik haji dan sebagainya.

Hasil gambar untuk siswa as syafi'iyah medanHasil gambar untuk siswa as syafi'iyah medan 
Walaupun demikian semua sekolah dan yayasan pendidikan tidak terlepas dari berbagai kekurangannya, tetapi yang jelas pihak yayasan Assyafiiyah Internasional Medan akan senantiasa melakukan pembenahan-pembenahan atas semua kekurangan dan ketidaksempurnaannya. 
Nah....Tulisan ini juga untuk mengingatkan kepada publik bahwa di Medan ini ada sebuah Yayasan Pendidikan Islam Assyafiiyah yang menjadi alternatif bagi para orang tua / wali yang ingin memasukkan anak-anaknya sekolah pada jenjang-jenjang tertentu. Insya Allah pihak Perguruan Assyafiiyah akan mengakomodir cita-cita para orang tua untuk menjadikan anaknya anak yang "baik" dan berguna bagi orang tua dan masa depannya, Amiin.
Tidak juga tertutup kemungkinan kepada masyarakat untuk terus memberikan masukan terhadap perbaikan Perguruan ini ke depannya. Untuk lebih puasnya, dipersilahkan mengunjungi sekolahnya langsung dan bertanya segala hal tentang Perguruan ini.

Semoga bermanfaat.                                                                                                                                                                                                           

Cerpen "Kita akan tetap bersama" (bagian I)

Poooom....poooom...suara kapal feri yang akan menuju Tomok terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin kuat terdengar mendekati daratan ...