Monday, 6 May 2019

Berpuasa di Desa atau di Kota?

Kamu pernah ke kampung kah? Atau kamu punya kampung kah? Aku yakin kalian semua punya kampung, paling tidak tempat dimana orang tua kita tinggal saat ini, itulah kampung yang dimaksudkan, atau tempat dimana kita dilahirkan. Jika demikian muncul pertanyaan berarti kampung itu bisa saja berada di Desa atau di Kota, begitulah? Terserah...tetapi di sini kita ingin sepakati bahwa kampung dalam hal ini adalah Desa, dengan semua karakter pedesaan yang menyertainya.






Secara fisik, desa dan kota memiliki perbedaan yang tampak jelas oleh mata. Salah satunya adalah pohon-pohon atau tumbuhan yang berada di lingkungannya. Hal itu membuat suhu atau udaranya juga berbeda. Tumbuhan yang ada di pedesaan itu membuat daerah pedesaan menjadi lebih teduh dan tidak terlalu panas. Udara lebih segar dan tidak terlalu banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang dan membuang gas-gas beracun. Produksi oksigen yang juga lebih banyak di pedesaan juga membuat pedesaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk berlibur...


Perkotaan, sebagai sebuah bentuk kemajuan dari pedesaan, memiliki daya tariknya tersendiri. Secara fisik, perkotaan memang memiliki kelebihan-kelebihan, terutama bangunan-bangunan yang mewah, sarana hiburan dan kendaraan yang banyak dan bagus-bagus. Di sisi lain, dengan banyaknya kendaraan maka udara perkotaan juga lebih tercemar dan polusi yang jauh lebih tinggi daripada pedesaan. Udara perkotaan terasa lebih panas karena pepohonan di perkotaan sudah jarang di temukan dan tergantikan dengan gedung-gedung bertingkat. Kondisi itu menyebabkan produksi oksigen di perkotaan lebih rendah dibandingkan pedesaan. 

Saat ini bulan Ramadhan, dan setiap ummat Muslim wajib melaksanakan ibadah puasa. Berpuasa dalam arti yang sederhana berarti menahan lapar dan haus, selain itu juga menahan nafsu/keinginan untuk melakukan hal-hal yang membatalkan puasa atau mengurangi pahala berpuasa.  Berat memang, apalagi bagi orang-orang yang tidak mengerti makna ramadhan dan apa sih kemuliaan Ramadhan itu sendiri.
Walaupun memang ketahanan orang berpuasa sangat tergantung tingkat keimanannya, tetapi faktor-faktor lain juga berpengaruh terhadap ketahanan orang sedang menjalankan puasa, misalnya, cuaca di lingkungan tempat tinggal, aktivitas dan lain-lain.  
Nah....lebih suka berpuasa di Desa atau di Kota?




No comments:

Post a Comment

Cerpen "Kita akan tetap bersama" (bagian I)

Poooom....poooom...suara kapal feri yang akan menuju Tomok terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin kuat terdengar mendekati daratan ...