Tuesday, 27 August 2019

Amanatku sebagai Pembina Upacara


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat Pagi, Salam sejahtera buat kita semua.

Anak-anak sekalian...
Satu hal yang patut kita syukuri adalah bahwa kita masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, Tuhan yang maha Esa, karena dengan modal itulah kita masih bisa terus melanjutkan proses pendidikan kita, dan semoga kesehatan yang ada pada diri kita ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk terus menggali ilmu untuk kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.

Anak-anak sekalian...
Mari kita fokuskan keberadaan kita di sekolah ini untuk belajar. Belajar berbagai hal, keilmuan, nilai-nilai, etika, sopan santun, ketrampilan, olahraga dan lain sebagainya. Harus kita sadari bahwa sekolah ini tidak semata-mata belajar tentang keilmuan, tapi juga etika, sopan santun, berinteraksi dengan baik dengan orang lain dan sejenisnya. Hal itulah yang menyebabkan kurikulum pendidikan nasional saat ini memiliki Kompetensi inti pertama dan kedua, yaitu kompetensi religi dan kompetensi sosial. 

Anak-anak sekalian...
Disetiap sekolah biasanya memiliki budaya sekolah, contoh bersalaman jika ketemu, itu sudah jalan, bagus. Tersenyum ketika bertemu orang yang lebih tua, itu sudah jalan, bagus. Bagaimana dengan budaya terlambat?Buang sampah pada tempatnya? Belum! Kita masih memiliki budaya buang sampah sembarangan. Susah ya, cuma persoalan buang sampah Lo...mental kita belum baik dalam persoalan itu. Bagaimana negeri ini berangkat menuju negara maju/modern? Maka saya boleh dong berhipotesa bahwa salah satu indikator negara modern adalah bahwa masyarakatnya sudah mampu membuang sampah pada tempatnya. Maka, selama kita belum mampu buang sampah pada tempatnya maka kiranya agak susah negeri ini berangkat dari negara transisi ini menuju negara maju/modern.
Seorang seniman Taman Budaya Sumatera Utara, bernama Winarto Kartupat pernah bercerita ketika ia berada di Malaka (Malaysia). Sehabis tampil di sana ia bersama seorang temannya duduk-duduk di sebuah lapangan. Mereka menoleh ke kanan dan ke kiri dengan maksud ingin merokok. Karena mereka tak melihat ada orang maka merekapun merokok. Setelah rokok mereka habis, maka Winarto meletakkan puntung rokoknya di dekat kakinya dan memijakkannya agar mati. Beberapa menit kemudian, tanpa disangka, seorang tukang bersih-bersih datang dan mengutip puntung rokok dari bawah kaki si Winarto itu tanpa marah. Betapa malunya si Winarto waktu itu, dan semenjak itu, ia tak lagi sembarangan untuk merokok di luar area merokok. Nah, cerita itu menunjukkan bahwa mereka tak perlu menghukum orang dengan kekerasan fisiknya, tapi cukup dengan menyentuh budaya malunya. Seorang yang bermental baik mungkin tepat dengan cara itu, tapi jika memang mentalnya bobrok, cara itu tentu tidak cukup efektif. Bagaimana dengan kita?

Anak-anak sekalian...
Sistem pendidikan yang dikonstruksi (dibangun) oleh pemerintah ini sebenarnya sudah cukup baik. Tetapi perlu diingat bahwa sistem pendidikan yang baik juga harus didukung oleh semua sub sistem (unsur-unsurnya), peraturannya, sarana dan prasarananya, tenaga pendidiknya, atau siswanya. Jika satu saja dari unsur itu tidak baik atau terganggu, maka yang namanya sistem tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu anak-anak sekalian, mari kita bersinergi menciptakan sebuah ilklim pendidikan yang sehat dan baik. Kita tentu tidak menginginkan berada pada sebuah institusi pendidikan yang tidak mendidik. 

Semoga amanat ini bermanfaat,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat Pagi.

54 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. cerita ini sangat bagus dan bermanfaat๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Sangat mendidik dan mudah dipahami๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  5. Bagus sangat pak
    (Fryttaammalia)

    ReplyDelete
  6. Menurut saya pak salam pembukanya itu jangan
    terlalu panjang takutnya anak-anak nanti
    Kurang tertarik untuk mendengarnya
    (Kiki rizki Amanda)

    ReplyDelete
  7. Bgus kali amanatnya dan patut dicontoh utk siswa

    ReplyDelete
  8. wahh keren, sangat mendidik siswa pak.. -tobi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya...terutama utk siswa seperti kamu..hehe

      Delete
  9. Membereskan dan membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan sebagai suatu hal yang dibiasakan, dicintai serta menjadi kesadaran bukan suatu hal yang harus di abaikan atau menjadikan hal yg malas bagi diri kita.

    ReplyDelete
  10. ilmunya sangat bermanfaat ๐Ÿ‘
    (mutiara ramadhani)

    ReplyDelete
  11. Sebenarnya banyak orang menyangka bahwa membuang sampah sembarangan itu hal sepele tetapi hal itu lah yg dapat merugikan negara sendiri.oleh karena itu perlu adanya kesadaran terhadap manusia itu sendiri agar tidak membuang sampah sembarangan.dengan kesadaran itu bisa membangun negara ini lebih modern/maju

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya..makanya kita jgn selalu menganggap sepele walau itu hal kecil...

      Delete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Semoga negara ini bisa menjaga kebersihan dan lebih sopan dan beretika

    ReplyDelete
  14. Bagus kali pak dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  15. kita harus menjaga kebersihan disekitar kita supaya tetap bersih dan sehat๐ŸŒˆ✨ (atika)

    ReplyDelete
  16. Pesann moral yang dapat diambill: alangkah baiknya kitaa mengintropeksii diri agar kita jugaa dapat melakukan hal" diatass.. sepertii bersikap beretika baikk ketika guru masukk. Menghargaii org yang lebii tua. Saling menyapa 1 dengan yang lainn.
    Kalau kita mau di contoh dengan negara modern,baiknya kita harus taat akan aturan dan slalu menghargai org lebi duluu.

    ReplyDelete
  17. Kata kata bapak diatas sangat menginspirasi anak” smantig Medan Good pak ������

    ReplyDelete
  18. Sangat mendidik bagi murid -bayhaqqi

    ReplyDelete
  19. semoga kami bisa lebih disiplin dan tidak terlambat lagi-(gusti)

    ReplyDelete
  20. semoga kami bisa lebih disiplin dan tidak terlambat lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya...dan semoga bkn sekedar komen, tp penerapannya..

      Delete
  21. Saya setuju pak dengan etika, sopan santun yang harus diutamakan dalam setiap orang, dan semoga bisa lebih baik lagi dan disiplin untuk kami sebagai siswa pak hihi

    ReplyDelete
  22. Seperti kejadian si Winarto pak, di SMA 3 harus seperti itu, tapi bukan masalah soal merokok, masalahnya sekarang yg di gerbang SMA 3, ibu/bapak yg menyambut para siswa, siswa yg salah seperti koskaki pendek, rambut panjang atau telat.tidak seharusnya dihukum fisik seperti memindahkan buku di perpustakaan, seharusnya seperti cerita Winarto, cukup menghukum budaya malunya. (Yzra)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalahnya budaya malu kita belum seperti mereka yauzra...

      Delete
  23. Menghilangkan kebiasaan terlambat itu penting, karena itu salah satu perbuatan yang melatih kedisiplinan. ✨

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat Tasha...itu harus dimulai dari diri kita sendiri.

      Delete
  24. Sangat mengispirasi dan membuat orang untuk bngkit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya..bangkit segera dari tidur..biar gak terlambat ke sekolah.

      Delete
  25. Baguss sekalii, semogaa bermanfaat bagi banyak orang bahkan negara ini✨๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang sejahtera lahir dan batin

      Delete

Amanatku sebagai Pembina Upacara

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat Pagi, Salam sejahtera buat kita semua. Anak-anak sekalian... Satu hal y...