Friday, 22 November 2019

Kisi kisi soal sosiologi 11

1. Kelompok sosial terbentuk atas beberapa dasar :
a. Kedaerahan cth: ikatan pemuda Melayu
b. Hobi : persatuan sepakbola tanah datar.
  (Ingat! Mana yg terlebih dahulu disebutkan, itulah yg menunjukkan dasarnya: sepakbola, bukan tanah datar.
c. Geografis : himpunan pemuda gunung Sibayak.
d. dan sejenisnya...

2. Paguyuban dan Patembayan
3. Kelompok primer dan sekunder
4. Stratifikasi sosial terbuka : ada kesempatan untuk berganti status sosial
    Stratifikasi sosial tertutup : tidak ada kesempatan utk berganti status sosial cth : kasta.
5. Cara mendapatkan status sosial ada 3:
a. Achieved status : status sosial didapatkan dari usaha, kerja keras
B. Ascribed status : didapatkan dari kelahiran atau keturunan.
C. Assigned status: didapatkan dari penghargaan atau tanda jasa.

Wednesday, 20 November 2019

Kisi-kisi semester ganjil 12

Perubahan sosial:
1. Perubahan cepat (revolusi), dan yang lambat dan bertahap (evolusi). Perubahan yang mengarah pada kemajuan (progress) dan kemunduran (regress).

2. Adapun yang menjadi permasalahan dalam ketimpangan sosial adalah ketidakadilan dalam mengakses sumber daya negara.

3. Modernisasi dan westernisasi memang berasal dari barat, tapi ingat, setiap hal positif dari barat, kita kategorikan sebagai modernisasi, sedangkan hal negatif dari barat (perilakunya atau budaya negatif lainnya) kita kategorikan sebagai westernisasi.
Pengembangannya fahami sendiri.

4. Kemiskinan yang disebabkan dari mereka sendiri (malas, mengatakan itu sebagai takdir, dah) dikatakan sebagai kemiskinan kultural. Sedangkan kemiskinan yang disebabkan karena kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kepada rakyat kecil (menaikkan pajak, harga bahan, kurangnya lapangan pekerjaan, dsj), dikatakan sebagai kemiskinan struktural.

5. Cultural shock : tidak siapnya seseorang terhadap sebuah budaya baru yang dilihatnya. (Semua contoh yg sejenis itu harus sudah difahami).
     Cultural lag : tidak seimbangnya perkembangan budaya dalam bentuk materi dengan perkembangan budaya non materi. Contoh : perkembangan internet begitu cepat, tetapi pengetahuan masyarakat belum mampu mengakses internet tsb dengan maksimal.
(Berbagai contoh yang sejenis itu harus sudah difahami).

6. Fakir miskin Dan anak terlantar dipelihara oleh negara, adalah bunyi pasal 34.



Tuesday, 19 November 2019

Tongkrongan

Hasil gambar untuk tongkrongan warkop"

Seringkali sudah aku mendengar istilah "tongkrongan", terutama bagi anak-anak sekolah baik itu SMP apalagi SMA. Istilah tongkrongan ini buatku adalah tempat berkumpulnya anak-anak sekolah itu sepulang sekolah atau setelah kegiatan di sekolahan sudah selesai. Tetapi ada juga beberapa anak sekolah yang masih jam belajar aktif sudah berada di tongkrongan, alias cabut sekolah.

Hampir di semua sekolah terutama SMA, beberapa siswanya memiliki tempat tongkrongan sendiri-sendiri dan dengan aktivitas sendiri-sendiri pula. Ini adalah bagian dari perkembangan psikologis remaja yang selalu ingin berkelompok sebagai bagian dari ekspresi keremajaan itu. Dalam tinjauan sosiologi, ketika seseorang berada dalam kelompoknya, maka ada beberapa perasaan yang ia rasakan, contoh: seseorang akan merasa kuat / hebat, sehingga dalam situasi seperti itu maka jangan cari gara-gara, karena sebagai sebuah kelompok ia akan merasa bahwa seseorang sedang menguji  kehebatan kelompoknya, sehingga kelompok itu sangat ingin membuktikan bahwa kelompoknya itu adalah kelompok yang hebat. Kehebatan kelompoknya itu juga akan terekspresikan dalam bentuk simbol-simbol, misalnya memiliki bendera tersendiri, atau yel-yel yang dianggap dapat membakar semangat dan kekokohan diantara anggota kelompok. Dalam hal ini dasar terbentuknya kelompok itu adalah kesamaan hobi (nongkrong di tempat tertentu sambil bersosialisasi).

Dalam ilmu sosiologi ada beberapa penyebab terjadinya perilaku menyimpang, dan salah satunya adalah  sub kebudayaan menyimpang. Saya akan berikan contohnya, seorang anak yang awalnya "baik", diajarin nilai-nilai yang positif di rumah dan di sekolah sebagai agen sosialisasi. Tetapi ada agen sosialisasi lain seperti teman sepermainan yang juga turut andil dalam proses sosialisasinya. Maka jika si anak bergaul dengan sekelompok orang (grup), yang dalam hal ini dikatakan sebagai sub kebudayaan dan kelompok tersebut adalah kelompok yang "tidak baik" dan suka berperilaku menyimpang, maka si anak bisa saja akan menjadi seorang "penyimpang", apalagi ia sangat sering berada di dalam kelompok tersebut. Nah itu yang disebut sebagai penyimpangan hasil dari sub kebudayaan yang menyimpang.

Tongkrongan, boleh saya katakan sebagai sebuah kelompok dalam pergulatan pergaulan anak-anak sekolah saat ini. Barangkali ada banyak hal yang mereka bicarakan dengan teman-teman satu tongkrongannya, yang mungkin tidak terceritakan kepada orang tua atau mungkin gurunya. Tongkrongan barangkali menjadi salah satu wadah mereka bercerita tentang apa saja, karena mungkin buat mereka  tongkrongan sebagai sesuatu yang bebas nilai dan bebas kontrol. Hanya saja buat saya, ini hal yang agak berbahaya, karena teman berceritanya juga teman-teman sebaya  dengan emosi dan rasionlaitas yang cenderung sama, sehingga tak ada yang bisa menjadi panutan atau kalau dalam istilah umum "yang dituakan", yang mungkin bisa berperan untuk mengontrol hal-hal negatif yang akan atau sedang dilakukan. 

Hasil gambar untuk tongkrongan warkop"

Tongkrongan, bisa menjadi hal positif, jika saja pembicaraan atau pergaulan yang dihasilkan di sana memberikan pengetahuan paling tidak ada hal positif dalam perkembangan keperibadian anak sekolah. Tetapi tongkrongan bisa juga menjelma menjadi "kawah candra dimuka" bagi anak sekolah yang tak mampu menyaring mana yang baik dan yang buruk buatnya.
Semoga yang namanya tongkrongan itu mampu lebih mendewasakan anak-anak sekolah yang datang ke sana dan mampu memberikan hal positif bagi pengetahuan mereka.
Kalau saya sih, bisa memaklumi tongkrongan-tongkrongan itu, karena saya juga pernah menjadi bagian dari anak-anak tongkrongan itu ketika masih sekolah. Hanya saja terkadang orang tua sering merasa khawatir dengan anak-anaknya yang sering ngumpul-ngumpul dan dianggap tidak memberikan manfaat apa-apa. Tapi maunya ya anak-anaknyapun jangan menunjukkan perubahan ke arah yang negatif kepada orang tuanya. Gaul ya gaul....tapi jangan menjadikan kita malah jadi orang yang "brengsek", tak mengerti nilai dan norma dan nilai-nilai pelajaran jadi semakin memburuk. 
Jangan ya Nak......

Atau kamu ada komen tentang tongkrongan? Silahkan dikomen tulisan ini...




Mengenal Grandslam

Salah satu cabang olahraga yang memiliki paling banyak turnamen kelas dunia adalah Tenis Lapangan. Beberapa opini masyarakat mengatakan ba...